id
id

CSID AUN-SCUD International Conference on Sustainable Infrastructure and Urban Development (CAIC-SUD) 2018

Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID), Fakultas Teknik, Universitas Indonesia bekerjasama dengan Asean University Network (AUN) menyelenggarakan Konferensi Internasional pertama bidang infrastruktur berjudul CSID AUN-SCUD International Conference on Sustainable Infrastructure and Urban Development (CAIC-SUD) 2018 bertempat di Hotel JS Luwansa, Jakarta.

Rektor Universitas Indonesia, Muhammad Anis mengharapkan dengan hadirnya para pembicara kunci dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA), KemenristekDIKTI, Asian Development Bank (ADB), Badan Ekonomi Kreatif, Vision College Malaysia, hingga Sheffield Hallam University, UK, maka dapat melahirkan ide-ide inovatif dan strategis dalam mengatasi permasalahan infrastruktur dan pengembangan wilayah.

Direktur CSID dan AUN-SCUD, Mohammed Ali Berawi menyatakan dalam sambutannya bahwa dengan hadirnya para akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan dari dalam dan luar negeri diharapkan akan menghasilkan diskusi dan tukar pengalaman terkini dalam aspek keteknikan, finansial dan ekonomi, serta mitigasi sosial dan lingkungan terkait dengan aspek pembangunan wilayah perkotaan yang berkelanjutan.

Kepala BPTJ, Bambang Prihantono menuturkan bahwa akselerasi pembangunan infrastruktur di Indonesia memerlukan upaya dan kerjasama yang erat dari para pemangku kepentingan. Saat ini pembangunan Jabodetabek tengah mengarah pada pengintegrasian sistem transportasi dan tata ruang salah satunya melalui transit oriented development (TOD). Hal ini dimaksudkan agar dapat meningkatkan daya saing wilayah dan meningkatkan konektivitas berbasis non-motorized.

Lebih lanjut, Bapak Luqman sebagai perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur baik pedesaan dan perkotaan merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing serta meningkatkan iklim investasi yang lebih baik. Investasi pemerintah dalam pemukiman dan perumahan rakyat bertujuan tidak hanya memberikan layanan dasar namun juga meningkatakan kualitas hidup masyarakat.

Abdur Rohim Boy Berawi dari Badan Ekonomi Kreatif dan Paristiyanti Nurwardani dari Kementeristekdikti menyatakan bahwa saat ini pemerintah pusat dan daerah terus bahu membahu untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam pengembangan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kapasitas dan kapabilitas negara untuk dapat bersaing dengan negara-negara lainnya.

Selain itu, Wakil Presiden ADB, Bambang Susantono menyatakan bahwa keterbatasan pendanaan infrastruktur di Indonesia dapat diatasi dengan melibatkan lebih banyak investor meliputi pihak BUMN, BUMD, swasta hingga partisipasi masyarakat. Diharapkan dengan semakin meningkatnya partisipasi berbagai pihak dapat mengatasi minimnya sumber dana infrastruktur serta mampu meningkatkan akselerasi pembangunan secara keseluruhan.

Sebagai penutup, dua pembicara akademisi internasional menekankan pentingnya untuk mempertimbangkan penggunaan informasi digital agar berkembangnya penbangunan kota berbasis smart city dapat meningkatkan efisiensi, pengurangan emisi karbon dan mengatasi permasalahan kemacetan. Integrasi data disertai dengan kerjasama yang baik dari berbagai pihak seperti pengguna, industri dan regulator diharapkan dapat menawarkan konsep kota yang layak bagi warganya.

X