FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit serius yang mematikan di mana seperempat kematian yang terjadi ternyata disebabkan oleh penyakit ini. Sementara itu, di negara berkembang seperti Indonesia kualitas layanan kesehatan masih rendah, ditandai dengan kurangnya tenaga dokter pada daerah-daerah rural dan terpencil.

Kondisi ini menjadi motivasi perlunya merancang inovasi teknologi telemedical yang berfungsi membantu dokter melakukan diagnosis dan pengobatan penyakit kardiovaskuler.

Dr. I Ketut Agung Enriko mempertahankan disertasinya yang berjudul “Desain dan Implementasi Sistem Machine to Machine (M2M) pada Pasien Penyakit Kardiovaskuler dengan Fitur Auto Rekomendasi menggunakan Algoritma k-Nearest Neighbour (kNN)” pada siding promosi doktor yang diselenggarakan pada 9 Mei 2018 bertempat di Ruang Chevron, Gedung Dekanat, FTUI.

Bertindak sebagai Promotor, Prof. Dr. Dadang Gunawan, M.Eng; dengan Ko-Promotor, Dr. Muhammad Suryanegara, ST., M.Sc. Dewan Penguji terdiri dari Prof. Dr. Ir. Harry Sudibyo, DEA, Dr. Ir. Ian Joseph Matheus Edward, MT, Ir. Gunawan Wibisono, M.Sc., Ph.D, Ajib Setyo Arifin, ST., MT., Ph.D, dan Filbert Hilman Juwono, ST., MT., Ph.D

Penelitian ini mengusulkan sebuah sistem berbasis teknologi machine to machine (M2M) untuk mengecek kesehatan pasien yang akan melaporkan hasilnya ke dokter jantung jarak jauh melalui aplikasi website dan aplikasi mobile yang diberi nama My Kardio.

Sistem ini dilengkapi dengan sistem prediksi auto-rekomendasi untuk memberikan rekomendasi kepada dokter dalam menentukan diagnosis penyakit yang diderita pasien. Sistem auto-rekomendasi ini dibangun dengan algoritma k-Nearest Neighbors (kNN) yang terbukti cukup baik performansinya dalam hal akurasi dan kecepatan.

Uji coba telah dilakukan pada empat lokasi di daerah pinggiran Jakarta yaitu Kampung Banjarsari (10 pasien), Cibubur (15 pasien), Cimanggis (37 pasien) dan Pancoran (23 pasien) pada total sejumlah 85 pasien.

Evaluasi kuantitatif menghasilkan rata-rata akurasi prediksi sistem auto-rekomendasi adalah 76,47%, waktu pemrosesan sistem auto-rekomendasi adalah 1 detik, dan performansi waktu transfer data dari lokasi pemeriksaan ke server M2M adalah 8,97 detik.

Evaluasi secara kualitatif dilakukan melalui wawancara dokter spesialis jantung, dan diperoleh hasil bahwa aplikasi My Kardio sangat membantu terutama untuk daerah-daerah yang kekurangan dokter spesialis jantung; dan juga bermanfaat untuk kota besar di mana akses pasien ke dokter jantung juga terkendala oleh waktu praktek dokter yang terbatas dan kemacetan. (Humas FT)