id
id

Doktor FTUI Meneliti Kontestasi Ruang Ekonomi Nelayan Tradisional dan Kapitalis Modern

Masalah utama dari pertumbuhan pesat ekonomi modern adalah terjadinya ketimpangan dan ketidakadilan spasial bagi kelompok ekonomi tradisional yang dalam penelitian ini diwakili oleh kelompok nelayan. Manado adalah salah satu kasusnya. Kondisi fisik Kota yang terletak di muara sungai Tondano, dengan bentuk geografi dan topografi dari sebuah tepian pegunungan dan daerah pesisir yang relatif sempit, telah mendorong persaingan ruang ekonomi yang tidak berimbang antara ekonomi perkotaan yang cenderung kapitalistik dan tradisional khususnya nelayan.

Dr. Reny Syafriny berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kontestasi Ruang Ekonomi Antara Nelayan Tradisional dan Kapitalis Modern di Tepi Laut Kota Manado” pada sidang promosi doktor yang dilaksanakan di Ruang Chevron, Gedung Dekanat FTUI pada 3 April 2017. Bertindak sebagai Ketua Sidang adalah Ketua Departemen Arsitektur, Prof. Yandi Andri Yatmo, M.Sc, Ph.D dengan Promotor Prof. Ir. Triatno Yudo Harjoko, M.Sc., Ph.D dan Ko-Promotor Prof. Yandi Andri Yatmo, M.Sc, Ph.D dan Surraya A. Afiff., Ph.D.

Riset ini difokuskan pada proses kontestasi ruang perkotaan secara makro antara dua model ekonomi dari aspek perancangan kota yakni proses perubahan bentuk perkotaan serta keterlibatan aktor penentu perubahan yang mendorong terjadinya kompetisi dan ketidakadilan dalam ruang kota.

Perubahan bentuk ruang secara makro diungkap secara empirik melalui keberadaan artefak dalam lingkungan bangun, sedangkan aspek yang mempengaruhi transformasinya diungkap secara metafisik yang direpresentasikan dalam aspek sosial, ekonomi dan politik.

Melalui pendekatan kualitatif grounded theory yang tidak mengkonstruksi hipotesis sebagai pijakan awal, penelitian berjalan dalam dua alur, yakni eksplorasi kasus, dan pengembangan trialektika spasialitas yakni pemahaman terhadap kompleksitas ruang melalui sosio-spasial historis, dapat diungkap penyebab dan proses terjadinya ketidakadilan. Menggunakan analisis strukturasi masyarakat urban dapat dipahami bagaimana proses kelompok dominan memarginalkan kelompok lain serta peran dan keterlibatan aktor dalam penentuan bentuk ruang urban.

Temuan riset menunjukkan bahwa determinasi perubahan bentuk perkotaan modern secara makro sangat dipengaruhi oleh kekutan modal kapital yang berdampak pada struktur spasial perkotaan yakni formasi spasial yang tidak berimbang dan berdampak konflik sebagai manifestasi dari ketidakadilan spasial dalam penggunaan ruang. Secara mikro permukiman nelayan termarginal yang merubah kehidupan ekonomi khusunya penyusutan pangkalan perahun sebagai ruang sosial dan ekonomi dalam komunitas nelayan. (Humas FT)

X