FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

DSCF8734

Terjadinya distorsi torsi pada generator magnet permanen saat generator tersebut berputar yang menimbulkan getaran dan derau dan dapat menyebabkan berkurangnya usia mesin, terutama pada penggunaan penggerak langsung. Salah satu cara untuk mengurangi distorsi torsi berupa riak torsi adalah dengan mengubah rancangan konvensional dari struktur stator dan rotor mesin tersebut. Dengan memotong ujung/tepi magnet berbentuk busur yang dinamakan magnet bertepi busur atau edge-rounded magnet (ERM).

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model torsi elektromagnetik  dari genenrator magnet permanen dengan ERM sehingga didapatkan riak torsi minimal. Maka diterapkanlah metode tersebut pada generator magnet permanen inset 24 alur 16 kutub dan dibandingkan dengan model dasar tanpa ERM untuk mendapatkan model dengan riak minimal. Dengan riak torsi yang jauh lebih kecil, maka getaran pada generator tersebut juga akan ikut berkurang.

Dr. Wike Handini berhasil mempertahankan disertasinya di bidang Ilmu Teknik Elektro yang berjudul “Pemodelan Torsi Elektromagnetik Pada Generator Magnet Permanen Inset Dengan Riak Torsi Minimal” pada sidang promosi doktor yang dilaksanakan di Ruang Chevron Gedung Dekanat FTUI pada Rabu (5/7/2017).

Bertindak sebagai Ketua Sidang sekaligus sebagai Promotor, Prof. Dr. Ir. Rudy Setiabudy, DEA., Ko-Promotor , Dr. Ir. Ridwan Gunawan, MT., dengan penguji terdiri dari Prof. Dr. Ir. Harry Sudibyo, DEA., Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K., MT., Dr. Ir. Uno Bintang Sudibyo, DEA., IPM., Dr. Ir. Feri Yusivar, M.Eng., Dr. Ir. Sutjipto Suwono, DEA.

Riset ini berfokus kepada terjadinya distorsi torsi pada generator magnet permanen saat generator tersebut berputar yang menimbulkan getaran dan derau dan dapat menyebabkan berkurangnya usia mesin, terutama pada penggunaan penggerak langsung. (Humas FT)

DSCF8780