FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Logam transisi oksida (MxOy, M = Co, Fe, Cu, Zn) menarik untuk dijadikan material baru sebagai anoda aterai ion lithium karena secara umum mempunyai kapasitas spesifik lebih besar dari material grafit. Diantara logam logam transisi tersebut ZnO mempunyai kelebihan karena mempunyai kapasitas teoritis yang tinggi sekitar 978 mAh/g atau setara tiga kali dari grafit seperti yang dipakai pada baterai ion lithium dewasa ini. Kelebihan lain dari ZnO adalah tidak beracun, ketersediaannya banyak dan murah dalam preparasi. Selain itu ZnO mempunyai band gap yang lebar (3,37 eV pada suhu kamar), mobilitas electron tinggi (100 cm2 / Vs) dan ikatan energy yang besar (60 meV) sehingga telah banyak digunakan di banyak aplikasi seperti semikonduktor, bahan konduktor transparan, biosensor dan bahan anoda dari baterai lithium-ion. Secara khusus, struktur nano ZnO telah menarik banyak perhatian karena sifat unik dan kemungkinan penerapannya dibidang yang luas.
Dr. Yoyok Dwi Setyo Pambudi berhasil mempertahankan disertasinya di bidang Ilmu Teknik Elektro yang berjudul “Karakteristik Elektrokimia ZnO Microrods Sebagai Bahan Anoda Baterai Ion Lithium Menggunakan Metode Chemical Bath Deposition” pada sidang promosi doktor yang dilaksanakan di Ruang Chevron FTUI pada Rabu (14/11/2018).

Promotor : Prof. Dr. Ir. Rudy Setiabudy, DEA
Ko-Promotor 1 : Ir. Chairul Hudaya, S.T., M.Eng., Ph.D, IPM
Dewan Penguji :
Prof. Dr. Ir. Harry Sudibyo S, DEA
Prof. Dr. Ir. Akhmad Hermawan Yuwono, M.Phill.Eng
Dr. Ir. Feri Yusivar, M.Eng
Prof. Dr. Rer.nat.Evvy Kartini
Dr. Ing. Budi Sudiarto, S.T., M.T.
(HumasFT)