id
id

Efisiensi Sumber Daya Jaringan Komunikasi Untuk Akselerasi Transformasi Digital Pada Society 5.0

“Perkembangan Teknologi dan Layanan Wireless serta Internet yang sangat pesat telah mengubah cara kita dalam menjalani hidup, baik dalam cara bekerja maupun cara berinteraksi dengan orang lain di masyarakat. Oleh karena itu, dalam menyambut era society 5.0 atau super smart society dibutuhkan penyesuaian di berbagai sektor. Perkembangan transformasi digital di Indonesia pada semua aspek kehidupan banyak berkorelasi dengan teknologi jaringan. Teknologi yang dilakukan merupakan upaya merespon perubahan. Pada dasarnya efesiensi utama dalam sektor telekomunikasi mencakup tiga hal sumber daya alam yang sangat terbatas di bidang telekomunikasi, yaitu orbital satelit, penomoran, dan bandwith/spektrum frekuensi,” ujar Prof. Dr. Ir. Muhamad Asvial, M. Eng., dalam Sidang Terbuka upacara pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) yang disiarkan secara virtual melalui kanal Youtube UI.

Asvial mengungkapkan salah satu kendala dalam infrastruktur jaringan Internet of Things (loT) adalah banyaknya halangan pada area tertentu di jaringan loT berupa adanya tembok atau dinding ataupun ketiadaan router dalam area tertentu. Metode Physarum Routing Algorithm dengan Adaptive Power Control (PRA-APC) dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan halangan dalam jaringan loT. Selain itu, Efesiensi Metode Routing dengan LEACH Non-Cooperative Game pada Wireless Sensor Network (WSN) dalam penelitian ini memiliki tujuan memberikan efesiensi energi yang lebih baik dengan melihat parameter efesiensi energy dissipation.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia alam menerapkan teknologi komunikasi merupakan salah satu faktor penting tercapainya tujuan dari Society 5.0 untuk mewujudkan masyarakat di mana orang menikmati hidup secara maksimal dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi. Transformasi digital di era Society 5.0 dengan mendayagunakan teknologi komunikasi 5G dan ke depan 6G, menempatkan efisiensi sumber daya jaringan komunikasi sebagai salah satu faktor utama untuk keberhasilan transformasi digital. Tantangan dalam hal konektivitas jaringan komunikasi, diperlukan standar yang dapat memastikan kualitas layanan dan menjaga efisiensi sumber daya.

“Perlu dikembangkan kerangka kerja dan teknologi yang berkontribusi untuk menyelesaikan masalah sosial tantangan digital dunia. Tantangan global era 5G menuju 6G yang menjadi bagian terwujudnya Society 5.0, tidak hanya pemerintah tetapi juga industri dan akademisi diharapkan memainkan peran utama, melibatkan penciptaan inovasi dan ekosistem sekaligus mendukung program pemerintah untuk terwujudnya SDM unggul Indonesia maju,” ujar Asvial mengakhiri pidato dalam sidang pengukuhannya pada Sabtu (11/12).

Asvial merupakan dosen tetap Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik UI. Ia menyelesaikan jenjang S1 Fakultas Teknik UI pada tahun 1993. Kemudian, melanjutkan jenjang S2 di Keio, University Japan pada tahun 1998. Ia menempuh pendidikan S3 di University Surrey, United Kingdom pada tahun 2003. Walau pandemi, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap melakukan penelitian. Selama tahun 2021, beberapa karya ilmiah Asvial yakni, Asvial, M., Laagu, M.A, “New Development of Physarum Routing Algorithm with Adaptive Power Control” – IEEE Access Journal (2021); Asvial, M., Cracias, A., Laagu, M.A., Arifin, A.S., “Design and Analysis of Low Power and Lossy Network Routing System for Internet of Things Network” – International Journal of Intelligent Engineering and Systems (2021); Fitri, R.,

Rosyidi, L., Susilo, B., Asvial, M., “A comprehensive review on network protocol design for autonomic internet of things”-Journal of Information (Switzerland) (2021); Asvial, M., Mayangsari, J., Yudistriansyah, A., “Behavioral Intention of E-Learning: Case study Distance Learning at Junior High School in Indonesia due to Impact of Covid-19” -International Journal of Technology (2021); Dwi Astharini, Muhamad Asvial, Dadang Gunawan, “Performance of Signal Detection with Trellis Code for Downlink Non-Orthogonal Multiple Access Visible Light Communication” — Accepted to be published in Photonic Network Communications (2021).

X