FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menggelar Pameran Arsitektur Bangka Vernadoc and A Tectonic Exploration yang menampilkan hasil dokumentasi arsitektur tradisional rumah panggung kayu Melayu di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Tujuan digelarnya pameran adalah untuk membangun kesadaran tentang pentingnya kearifan lokal arsitektur tradisional, sebagai sarana edukasi, dan promosi kekayaan budaya arsitektur rumah panggung.

Gelaran ini berlangsung di FTUI Kampus Depok pada 12-15 November 2018 dan berlanjut di Perpustakaan Pusat UI pada 16-17 November 2018. Kurator pameran ialah Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, ST, M. Sc., PhD yang juga berperan sebagai ketua dari seluruh rangkaian kegiatan di dalamnya.

Dari berbagai tipologi rumah panggung yang ada di Kota Muntok, pameran secara khusus menampilkan tipologi rumah panggung kayu Melayu yang terpengaruh budaya Palembang dan terpengaruh budaya Johor. Pameran ini terdiri dari dua area utama, yaitu zona penyajian arsitektur rumah panggung kayu Melayu yang digambar dengan metode Vernadoc dan zona telaah arsitektural melalui pendekatan tektonika.

“Tinggal di rumah panggung dianggap tidak praktis sehingga mungkin generasi muda tidak melihat rumah panggung ini sebagai sesuatu rumah yang menarik. (Namun), bangunan tua itu memberi arti penting bagi keberadaan suatu kota, punya nilai tinggi bagi suatu bangsa. Kami berharap kajian ini bermanfaat untuk pelestarian rumah panggung, khususnya di Kota Muntok, agar revitalisasinya juga bisa berjalan,” jelas Prof. Kemas.

Vernadoc adalah sebuah metode menggambar arsitektur vernakular—atau secara umum dikenal dengan istilah ‘tradisional’—yang menekankan pengumpulan data dan informasi langsung di tapak (on site) untuk memproduksi gambar yang terukur dan berkualitas tinggi. Dalam pameran ini, 22 buah gambar yang terdiri dari gambar siteplan kawasan, denah, tampak, dan potongan dipajang secara khusus di atas panel sketsel kayu.

Pada zona kedua, rumah panggung ‘dibedah’ melalui telaah akademis menggunakan pendekatan tektonika. Tektonika, secara sederhana, adalah sebuah seni hubungan. Pendekatan tektonika yang digunakan untuk menganalisis kedua buah tipologi rumah panggung meliputi aspek tektonika keruangan, struktur, konstruksi, dan materialitas.

Pameran yang diresmikan pada 13 November 2018 ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan betapa pentingnya pelestarian terhadap arsitektur tradisional di Indonesia dan juga menjadi pembelanjaran bagi generasi muda ke depan tentang pentingnya nilai-nilai sejarah dari bangunan-bangunan lama yang ada di Indonesia.

 

LINK BERITA

https://www.gatra.com/rubrik/teknologi/ilmu-pengetahuan/364860-Yuk-Mengenal-Arsitektur-Rumah-Panggung-Kayu-Melayu-di-Pameran-FTUI

https://www.antaranews.com/berita/768782/ui-pamerkan-arsitektur-tradisional-rumah-panggung

https://m.liputan6.com/amp/3693862/membangun-kearifan-lokal-arsitektur-tradisional-lewat-pameran-bangka-vernadoc

http://www.thejakartapost.com/life/2018/11/16/bangka-belitung-stilt-houses-in-spotlight-at-ui-architecture-exhibition.html