FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meresmikan Program Profesi Insinyur Jalur Akademik Pertama di Indonesia pada Sabtu (24/3/2018) di Integrated Faculty Club, Universitas Indonesia. Peresmian ini disertai Diskusi Panel dengan tema “Tantangan Profesi Insinyur menghadapi era pembangunan infrastruktur Indonesia dan Tantangan Industri 4.0” yang menghadirkan sejumlah panelis dari KemenristekDikti, PII, Alumni dan Industri/Asosiasi.

Saat ini Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mempersiapkan sumberdaya profesional di bidang Keinsinyuran. Dengan datangnya era baru perkembangan industri yang sudah mengarah ke era industrialisasi global dengan platform Industry 4.0, serta terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), membuat persaingan dan kompetisi tenaga ahli dan profesi insinyur menjadi lebih ketat. Menurut data survey KemristekDikti, diperkirakan ada sekitar 36.000 lulusan Sarjana Teknik yang saat ini perlu mendapatkan pendidikan tambahan sebagai Profesi Insinyur. Untuk itulah Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi memberikan mandat kepada 40 Pendidikan Tinggi untuk menyelenggarakan program Profesi Insinyur.

“Jika setiap Pendidikan Tinggi tersebut menerima sebanyak 100 mahasiswa per tahun, maka baru akan dihasilkan sekitar 4000 lulusan Profesi Insinyur yang tentunya masih jauh dari perkiraan kebutuhan yang diharapkan. Hal ini mengindikasikan begitu besarnya kebutuhan profesi insinyur di Indonesia. Program Pendidikan Profesi Insinyur FTUI bertujuan untuk ikut membangun kesiapan SDM Indonesia dalam menghadapi ekosistem industri 4.0 di Universitas Indonesia” ungkap Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met, Rektor Universitas Indonesia dalam sambutannya.

“Sebagai bagian dari Universitas terbaik di Indonesia, Program Profesi Insinyur FTUI merupakan Program PPI dengan Jalur Akademik Pertama di Indonesia. Dengan didukung oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang telah menjadi anggota organisasi keinsinyuran tingkat dunia seperti World Federation of Engineering Organizations (WFEO) dan ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO). Diharapkan standar kompetensi insinyur di FTUI ini dapat menjawab tantangan regional dan global untuk melahirkan insinyur yang memiliki kompetensi dan dapat bersaing dengan insinyur dari negara-negara lain, terutama dalam menghadapi era pasar terbuka ASEAN.” jelas Dr. Ir. Hendri DS Budiono, M.Eng, Dekan Fakultas Teknik UI dalam sambutannya.

Peresmian Program Studi PPI-FTUI ini dilakukan oleh Rektor UI, Prof.Dr.Ir.Muhammad Anis, M.Met dan  disaksikan oleh Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng (Dekan Fakultas Teknik UI), Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, IPU (Ketua Tim Ahli Keinsinyuran KemeristekDikti), Ir. Hari Purwanto, M.Sc, IPM (staf ahli MenristekDikti bidang Infrastruktur) dan juga perwakilan Pengurus PII Pusat.