FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

FTUI Selenggarakan Konferensi Internasional di bidang Energi Tropis Terbarukan

Sebagai bagian dari Universitas Indonesia, Fakultas Teknik UI (FTUI) memiliki perhatian yang sangat besar terkait pengembangan sistem energi terbarukan yang ramah lingkungan. Terkait dengan hal tersebut, sejak tahun 2016, FTUI secara rutin menyelenggarakan Konferensi Internasional di bidang Energi Tropis Terbarukan (the International Conference on Tropical Renewable Energy / i-TREC). Tahun ini merupakan peneyelenggaraan ketiga yang mengangkat tema “Sustainable Development of Tropical Renewable Energy”. Konferensi internasional ini diselenggarakan di Bali, 6-7 September 2018 dan merupakan hasil kerjasama antara Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Universiti Teknologi Mara, Malaysia dan Universitas Udayana.

“Perkembangan sistem energi terbarukan merupakan salah satu tantangan kedepan sekaligus kesempatan yang besar bagi negara-negara beriklim tropis seperti Indonesia.” jelas Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng, Dekan FTUI. “Menurut studi yang telah dilakukan, sektor energi terbarukan telah menyediakan 10,3 juta lapangan pekerjan baru pada tahun 2017, terutama di industri solar photovoltaic (PV) dan bioenergi.”

“Dibutuhkan usaha riset dan investasi dana yang besar untuk terus mengeksplorasi, memperkenalkan dan mengimplementasikan hasil riset tersebut kepada masyarakat dan kalangan industri. Untuk mencapai misi tersebut, kami di UI dan FTUI menyediakan berbagai dana untuk program-program riset baru, termasuk pendanaan untuk berbagai konferensi internasional seperti i-TREC ini,” ungkap Hendri.

The 3rd International Renewable Energy Conferece (i-TREC) 2018 diharapkan menjadi wadah bagi para peneliti untuk saling membagi, berdiskusi dan mempelajari penelitian dan publikasi dari seluruh penjuru dunia di bidang energi terbarukan. Diharapkan dari berbagai ide-ide dan hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan, kedepannya dapat dikembangkan kolaborasi dengan pihak industri untuk memproduksi hasil penelitian menjadi produk komersial yang kompetitif kedepannya.

Dengan 226 makalah penelitian yang akan dipresentasikan, para peserta the 3rd i-TREC akan berdiskusi atas berbagai penelitian di bidang energi berkelanjutan, seperti: solar photovoltaic, liquid biofuel, hydropower, energi angin, solid biomass, biogas, geothermal energy, dan masih banyak lagi. Konferensi internasional ini menampilkan narasumber ternama dalam bidangnya: Prof. Jeffrey W. Fergus (Auburn University, USA), Dr.-Ing. Nasruddin (Universitas Indonesia), Prof. Kunio Yoshikawa (Tokyo Institute of Technology, Jepang), Dr. Lee Wilson (Universitas Saskatchewan, Kanada), Dr. Geoffrey Walker (Queensland University of Technology, Australia), Dr. Anwar Usman (Universiti Brunei Darussalam, Brunei Darussalam), dan masih banyak lagi.

“Dalam hal publikasi ilmiah, sampai Agustus tahun ini, UI telah mempublikasikan 8.895 makalah yang terindex Scopus. Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sendiri menetapkan target nasional sebesar 17.000 publikasi pada tahun ini, dengan target khusus bagi UI sebanyak 2.000 publikasi,” tambah Hendri. “Dari jumlah tersebut, Fakultas Teknik UI sendiri ditargetkan untuk mencapai jumlah publikasi sebanyak 550 publikasi. Sampai bulan April 2018 ini, kami telah menghasilkan 428 publikasi.”

Universitas Indonesia sendiri telah berupaya melakukan berbagai kontrubusi nyata pada bidang energi berkelanjutan dengan inisiatifnya menciptakan pemeringkatan universitas-universitas dunia, UI Green Metric, berdasarkan upaya sustainability pada lebih dari 100 universitas dari 36 negara seluruh dunia.