FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Di era modern ini, mobilitas manusia menjadi semakin tinggi dengan berbagai moda transportasi yang dipergunakan, belum lagi transportasi untuk keperluan logistic barang dan jasa yang juga seiring meningkat. Semuanya itu membutuhkan sumber energy yang juga secara linier terus meningkat kebutuhannya, sedangkan ketersediaannya semakin terbatas serta proses explorasinya semakin sulit dan mahal. Itulah kondisi saat sekarang yang sangat serius dihadapi oleh bangsa Indonesia yang sepenuhnya masih mengandalkan ketergantungan pada sumber energy yang berasal dari fosil minyak bumi.

Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Kazushi Ehara selaku Presiden Direktur PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia di hadapan Civitas Akademika FTUI. Beliau beserta Tim CSR Hino Indonesia berkesempatan hadir untuk kedua kalinya di salah satu perguruan tinggi tertua di Indonesia, dalam acara serah terima “Alat Ukur Kinerja Kendaraan Listrik” kepada Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Indonesia pada hari Selasa, 6 November 2018 bertempat di Gedung MRC, Departemen Teknik Mesin FTUI.

Pemerintah Indonesia sangat serius dalam hal pengelolaan energy untuk kehidupan dimasa mendatang, melalui pemberlakuan beberapa peraturan perundang-undangan seperti: Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Rencana pengembangan mobil listrik di Indonesia salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan kepada bahan bakar yang berasal dari fosil minyak bumi. Sehingga dalam salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Hino Indonesia melakukan  kerjasama dengan Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik UI dalam hal penelitian dan pengembangan mobil listrik, khususnya melalui alat ukur yang diserahterimakan.

Setelah melakukan serah terima kepada Dekan FTUI Dr. Ir. D.S Budiono M.Eng, Bapak Ehara beserta rombongan melakukan kunjungan kebeberapa fasilitas laboratorium Departemen Teknik Mesin dengan menitipkan pesan agar FTUI selalu menghasilkan lulusan teknik yang handal, update dengan perkembangan teknologi serta mampu menjadi bagian dan pelaku revolusi industry ke empat. (Humas FTUI)