Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D, melakukan pengukuhan guru besar UI pada Sabtu (27/3/2021). Salah seorang di antara yang dikukuhkan adalah Prof. Ario Sunar Baskoro yang berasal dari Fakultas Teknik (FT) UI. Di antara yang hadir secara virtual adalah Marsekal Muda TNI Yadi Indrayadi Sutanandika, M.S.S (Koordinator Staf Ahli TNI Angkatan Udara), Dr. Ing. H. Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta 2007-2012 dan Duta Besar Indonesia untuk Jerman 2013-2018), dan Dr. Rika Andiarti (Deputi Teknologi Penerbangan Antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional RI).

Prof. Ario Sunar menyampaikan pidatonya yang berjudul “Inovasi Teknologi Pengelasan untuk Peningkatan Kualitas Produk  Manufaktur” pada kesempatan tersebut. Dalam pemaparannya tersebut, Ario memaparkan hasil penelitian bersama rekan-rekannya di Laboratorium Teknologi Manufaktur dan Otomasi, Departemen Teknik Mesin (DTM) FTUI untuk menghasilkan produk las yang berkualitas dan proses pengelasan yang konsisten.

Adapun inovasi penelitian teknologi pengelasan DTM FTUI difokuskan pada 4 topik utama yaitu: Arc Plasma (busur plasma), Friction Welding (FSW), Resistance Welding (RSW) dan Welding Automation. Dalam penelitiannya terkait pengelasan dengan menggunakan busur plasma, ditemukan bahwa alat atomisasi plasma telah dapat menghasilkan partikel bubuk baja tahan karat berbentuk bulat sempurna sehingga hampir tidak ada pemborosan bahan produksi dalam proses pembuatannya dan mampu memiliki sumber panas dengan kepadatan tinggi yang mampu melelehkan berbagai logam. Pada penelitian pengelasan dengan FSW telah terbukti dapat menghasilkan lasan berkualitas tinggi untuk semua paduan alumunium dengan perubahan mikrostruktur minimal dan sifat mekanik yang lebih baik.

Pengelasan dengan menggunakan RSW sangat berguna untuk menyambung aluminium, dan parameter pengelasannya berbanding lurus terhadap sambungan yang berkualitas baik. Meski begitu, teknologi pengelasan ini memiliki beberapa kendala, terutama terkait dengan optimalisasi parameter pengelasan untuk penyambungan aluminium tipis. Inovasi lain yang dihasilkan dari teknologi ini diantaranya adalan pengelasan micro resistance spot welding (mRSW) pada plat tipis aluminium, pengelasan mRSW pada plat logam berbeda (dissimilar metal), simulasi pengelasan RSW untuk melihat fenomena pembentukan nugget las serta aplikasi mRSW dalam pembuatan konstruksi ringan sarang lebah (honeycomb).

Ia berharap dengan inovasi-inovasi yang dihasilkan ini, akan didapatkan produk manufaktur hasil pengelasan yang berkualitas dan proses pengelasan yang konsisten. Penelitian selanjutnya akan diarahkan untuk melakukan proses pengelasan pada ukuran yang lebih kecil (mikro/nano). “Penggunaan sistem otomasi untuk meningkatkan produktivitas dan konsistensi hasil pengelasan, dan pemanfaatan teknologi artificial intelligence seperti machine learning untuk mengoptimasikan parameter diharapkan akan membuat proses pengelasan yang lebih cepat,” ujarnya.

Prof. Ario Sunar Baskoro menyelesaikan pendidikan jenjang S1 dari Fakultas Teknik UI pada tahun 1998, dan menyelesaikan program magister di Fakultas Teknik UI pada tahun 2004. Perjalanan akademiknya terus berlanjut dengan mengambil program magister dan doktoral di Keio University, Jepang dengan pengkhususan Integrated Design Engineering. Saat ini ia menjabat sebagai Dosen Tetap Departemen Teknik Mesin FTUI dan Ketua Departemen Teknik Mesin FTUI. Dalam kurun waktu 2015-2021, Prof. Ario berhasil mendapatkan 16 dana hibah dari organisasi nasional dan internasional. Ia merupakan guru besar dalam Bidang Teknik Pengelasan dan merupakan Guru Besar ke-18 di tahun 2021 yang dikukuhkan oleh UI, serta merupakan Guru Besar ke-335 untuk UI.

Pada acara pengukuhan tersebut hadir pula rektor Universitas Tarumanegara, Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., IPM, Asean Eng., dan rektor Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Muhammad Zamrun, M.Si., M.Sc. Beberapa guru besar terlihat hadir di antara 300 orang lainnya, yakni Prof. Dr. Ir. Utomo Sarjono Putro M.Eng. (Guru Besar Institut Teknologi Bandung), Prof. Dr. Eng. Ir. Gunawarman, M.T. (Guru Besar Universitas Andalas), dan Prof. Dr. Ir. Sulistijono, DEA (Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Acara tersebut disiarkan juga melalui Uiteve dan kanal Youtube resmi UI.

FacebookTwitter
X