FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Bagi tim Caelius Universitas Indonesia (UI), tiga mahasiswa Teknik Industri 2014, Bhagas Aufa Handoyo, Millatina Mirrah Putri, dan Dita Anggraeni Kusumaningrum, menjadi pemenang dalam Industrial Engineering Competition (IECOM) 2018 serta berhasil membawa pulang hadiah sebesar 3500 USD merupakan sebuah kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka. IECOM 2018 merupakan sebuah kompetisi teknik industri berskala Internasional yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (MTI ITB) dan dapat diikuti oleh mahasiswa S1 jurusan Teknik Industri atau bidang terkait lainnya. Untuk tahun ini, kegiatan IECOM dilaksanakan pada 7-13 Januari 2018 di Bandung dengan tema Industry 4.0.

Tim Caelius UI mengatakan bahwa mereka mengikuti kompetisi IECOM 2018 karena IECOM merupakan salah satu kompetisi teknik industri yang prestige di Indonesia dan Asia Tenggara, sehingga mereka termotivasi untuk dapat memenagkan kompetisi berskala Internasional tersebut. Berbagai persiapan untuk menghadapi kompetisi IECOM 2018 dilakukan oleh tim Caelius UI, mulai dari pembagian kerja dalam tim secara konsisten hingga pengalaman dari berbagai lomba sebelumnya yang telah mereka ikuti bersama.

IECOM 2018 terdiri dari berbagai rangkaian acara dan kompetisi yang diawali dengan seleksi tahap preliminary berupa online test dan review paper. Dari 83 tim yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Filipina, 15 tim dinyatakan lolos sebagai semifinalis IECOM 2018 dan akan mengikuti kompetisi di Bandung. Saat ke-15 tim sampai di Bandung, para semifinalis tersebut disambut pada acara pembukaan yang bernama “Wilujeng Sumping”, pada acara pembukaan tersebut para semifinalis berkenalan dengan para semifinalis lainnya. Acara selanjutnya yaitu kegiatan seminar yang bertemakan Industry 4.0. Kegiatan seminar ini bertujuan agar para semifinalis dapat memperoleh tambahan pengetahuan dan wawasan mengenai Industry 4.0 yang merupakan tema kompetisi IECOM 2018 ini.

Terdapat 3 tahap yang harus dilewati oleh tim Caelius UI untuk dapat menjadi juara IECOM 2018. Tahap pertama berbentuk kompetisi berupa team quiz dan amazing race. Pada tahap pertama ini, para peserta harus dapat menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan ilmu Teknik Industri, seperti Operation Research (OR), sistem produksi, ergonomi, manajemen proyek, marketing, dan Manajemen Informasi Sistem (MIS). Selanjutnya pada tahap kedua, para semifinalis diberikan sebuah studi kasus tentang simulasi game investasi. Tahap pertama dan tahap kedua bertujuan untuk menyaring 5 tim terbaik yang akan dinyatakan sebagai Finalis IECOM 2018 dan akan mengikuti tahap Grand Final.

Pada tahap ketiga yaitu tahap Grand Final para finalis IECOM 2018 melakukan kunjungan ke PT Gaya Motor untuk melakukan observasi langsung dan mengambil data terkait kasus nyata yang diberikan oleh pihak perusahaan. Setelah melakukan observasi dan memperoleh data yang diperlukan, keesokan harinya para finalis diberikan waktu selama 12 jam untuk berdiskusi mengenai solusi terbaik dari kasus yang terdapat pada PT Gaya Motor sehingga solusi tersebut dapat diimplementasikan serta dapat meng-improve proses manufaktur pada perusahaan tersebut. Para finalis mempresentasikan solusi yang diajukan dari tim mereka masing-masing kepada para dewan juri keesokan harinya. Dalam tahap Grand Final ini, tim Caelius memberikan solusi dengan menggunakan metode Teknik Industri yang clear yaitu dengan menganalisa dari berbagai faktor, seperti dari segi line balancing, supply chain, maintenance, human resource, quality, dan tentunya dari segi profit perusahaan.

“Senang banget! Senang karena kemenangan ini bukan cuma buat sendiri tapi buat semua orang. Karena semua pengalaman pahit di semua lomba yang pernah diikuti terbalaskan di IECOM,” ucap Millatina Mirrah Putri ketika ditanya bagaimana kesannya setelah dinyatakan sebagai pemenang dalam kompetisi IECOM 2018. Milla juga berpesan kepada mahasiswa FTUI untuk jangan takut dan jangan minder mengikuti lomba-lomba Internasional, mahasiswa FTUI harus yakin bahwa dapat bersaing dalam kompetisi berskala Internasional karena berpotensi dan memiliki kualitas yang sama baiknya. Begitupun dengan kesan dan pesan yang disampaikan oleh Dita Anggraeni “Kalau mau bikin kelompok, yang sudah saling mengetahui kapasitas dan kapabilitas satu sama lain. Jangan lomba dengan kemampuan yang sama. Cari tim yang saling melengkapi. Perjuangan kita dari lomba pertama, belajar dari kesalahan lomba-lomba sebelumnya. Semoga kemenangan ini bisa menjadi motivasi untuk angkatan-angkatan bawah dan semoga bisa jadi contoh,” ungkapita Anggraeni.

Menurut Bhagas kemenangannya dalam kompetisi IECOM 2018 ini adalah hadiah terbaiknya setelah berkontribusi di IKM FTUI, karena selama ini sudah banyak yang dikorbankan, seperti kesempatan untuk lomba, kesempatan magang, dan kesempatan-kesempatan lain yang dikorbankan oleh dirinya selama berkontribusi di IKM FTUI. “Jangan takut ikut lomba, kumpulin berbagai lomba yang mau diikuti dan harus punya target juara lomba. Tumpukin pengalaman lomba. Kalah itu menang yang tertunda. Menang lomba itu butuh faktor X yang bisa diperoleh darimanapun. Kemenangan IECOM 2018 ini adalah hadiah terbaik gue setelah berkontribusi di IKM FTUI. Jadi, jangan takut untuk berkontribusi di IKM FTUI,” ujar Bhagas Aufa Handoyo.

Penulis : Fariz Setyana – TEKNIKA FTUI 2018