Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meraih Juara Tiga pada kompetisi Industrial Online Competition 2021. Atariki Naufal, Muhammad Naufal Ramadhan, dan Raisha Dinita (Teknik Industri 2018) yang tergabung dalam tim Wakaka FTUI menawarkan solusi untuk mengatasi permasalah bisnis restoran bersistem All You Can Eat di masa pandemi Covid-19.

Solusi ini disampaikan dalam presentasi mereka berjudul “Strategi Resilensi Bisnis Hachi Group di Masa Pandemi dengan Pengimplementasian Internet of Things” pada ajang Industrial Online Competition 2021 yang diselenggarakan oleh IISE Binus University. Kompetisi ini digelar dari Januari hingga Maret 2021 dan diikuti oleh 44 tim dari berbagai universitas di Indonesia.

Penerapan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumuman telah diterapkan oleh masyarakat Indonesia selama pandemi Covid-19 berlangsung. Hal itu dijalankan untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19. Kegiatan berkerumun dan berkumpul tidak lagi dapat dilakukan secara bebas karena diberlakukannya pembatasan jumlah orang yang dapat berkumpul di publik.

“Pembatasan untuk berkerumun dan berkumpul nyatanya memberi dampak ke berbagai sektor. Salah satu pihak yang merasakan dampaknya adalah restoran, baik yang berskala kecil atau besar. Jika pada mulanya meja-meja restoran dapat dipenuhi oleh pelanggan. Namun, pada masa pandemi pihak restoran hanya diperbolehkan menyediakan setengah dari kapasitas yang tersedia,” ungkap Atariki terkait latar belakang masalah.

“Tim kami memfokuskan pada  kasus bisnis dari Restoran bertipe All You Can Eat dari Hachi Group, Shabu Hachi dan Hachi Grill. Restoran jenis ini identik sebagai restoran yang biasa didatangi secara beramai-ramai atau berkelompok. kami mengusulkan solusi untuk mempertahankan bisnis restoran bersistem All You Can Eat di masa pandemi dengan tetap menghasilkan laba bagi perusahaan dan memberikan keamaan kepada pelanggan,” lanjut Muhammad Naufal Ramadhan.

Berdasarkan data dari riset, analisis dan komparasi, Tim Wakaka memformulasikan tujuh solusi dan rekomendasi sebagai acuan pemecahan masalah. Tujuh solusi ini didasarkan dengan  pendekatan berbasis Internet of Things.

“Kami menyarankan restoran untuk dapat memberikan informasi okupasi restoran dibandingkan dengan kapasitas meja yang ada secara real time melalui website sebagai pertimbangan pelanggan saat hendak makan di restoran, informasi prediksi kepadatan di jam-jam tertentu, jumlah antrean yang ada saat ini, meja yang sudah direserasi, dan sisa waktu dari setiap meja yang terisi,” ungkap Raisha Dinita terkait salah satu solusi yang Tim Wakaka tawarkan.

Diharapkan, solusi ini dapat diterapkan pada berbagai restoran dengan tipe bisnis all you can eat untuk membantu menanggulangi permasalahan bisnis mereka kedepannya.

FacebookTwitter
X