Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D. memimpin Sidang Terbuka Upacara Pengukuhan delapan guru besar (GB) UI yang dilakukan secara virtual pada Sabtu (27/3). Salah seorang guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Akhmad Hidayatno ST., MBT dari Fakultas Teknik (FT) UI. Ia menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Mengurai Kompleksitas Sistem dengan Pendekatan Model untuk Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik”.

Prof. Akhmad menjelaskan bahwa keputusan yang baik harus dibangun dengan proses pengambilan keputusan yang baik pula. Pengambilan keputusan yang baik tersebut dimulai dari proses mengurai permasalahan agar dapat dipahami dengan lebih baik. Ada dua pendekatan umum yang digunakan untuk menjelaskan cara berpikir sistem. Pertama, memberikan perbedaan ciri-ciri antara proses berpikir sistem dan proses berpikir biasa. Kedua, membuat konsep gabungan antara berbagai pendekatan berpikir, yaitu konsep berpikir ilmiah, berpikir dinamis, berpikir proses, berpikir kritis dan berpikir secara helicoper view.

Pendekatan ketiga yang lebih ditawarkan berbeda dari dua pendekatan sebelumnya adalah dengan membuat pola pertanyaan untuk mengalihfokuskan penguraian masalahan kita ke arah sistem. Pendekatan ini merupakan pendekatan berbasis dua elemen dari kata-kata berpikir sistem: arti dari berpikir dan arti dari sistem.

Ketika keputusan yang baik adalah relatif, maka penilaian baik hanya bisa dievaluasi apakah melalui suatu proses pengambilan keputusan yang lebih baik. Proses ini dimulai dari mengurai permasalahan melalui sebuah pola tertentu, sehingga didapatkan pemahaman masalah yang lebih baik. Dewasa ini, ketika kompleksitas permasalahan semakin meningkat, maka pendekatan sistem bisa menjadi alternatif untuk menjadi dasar penguraian masalah. Dengan mempertimbangkan bahwa penguraian masalah telah dimulai pada saat seseorang mengamati permasalahan tersebut, sehingga pendekatan sistem sudah harus dimulai dari pola berpikirnya. Seeorang perlu mengubah pola berpikirnya ke pola berpikir sistem yang diterjemahkan sebagai serangkaian pertanyaan untuk mengemukakan ciri-ciri sistem berupa proses, komponen, koneksi dan konteks.

Pola dalam keilmuan sistem adalah sebuah model, sehingga bisa dikatakan, dukungan model dalam mengurai permasalahan kompleks secara sistem dapat diberikan mulai dari sisi-berpikir hingga ke berbagai alternatif sisi teknis pemodelan komputer. Kombinasi keduanya menghasilkan tiga aplikasi utama yang dilakukan di Universitas Indonesia: Model-Based System Thinking, Model-Based Decision and Policy Making dan Model-Based Learning melalui Serious Simulation Games.

“Di Teknik Industri FTUI, kami memberi nama Permainan Serius untuk Belajar (Serious Simulation Games-SSG) dengan mempertimbangkan tanggapan dari kolega kami di Indonesia ketika pertama kali konsep ini kami coba perkenalkan di era 1990an. “Kok bisa main game buat belajar?” adalah tanggapan yang diberikan sehingga kami harus mengkombinasikan penamaan baru yang memastikan kata serious masuk sebagai judul, sehingga kata permainan (games) tidak menjadi fokus utama. Simulasi adalah kata lain yang harus dimasukkan, karena menunjukkan ciri khas bahwa permainan kami bukan berdasarkan fantasi atau skenario hipotesis, namun berbasis kepada kasus di dunia nyata,” ujar Prof. Akhmad.

Dukungan model dalam berbagai aplikasi ini telah memberikan pemicu, arah, pola contoh dan kerangka kerja yang membantu kita mendapatkan uraian permasalahan secara lebih lengkap dan sistemis. Uraian yang lebih baik dan sistematis akan membantu pemahaman yang lebih baik dan hal ini merupakan modal awal dalam mendapatkan keputusan yang lebih baik.

Pada pengukuhan yang dilakukan terhadap Prof Akhmad, terlihat hadir secara virtual Dr. Ing. H. Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta 2007-2012 dan Duta Besar Indonesia untuk Jerman 2013-2018), Dr. William Sabandar, M.Eng.Sc. (Direktur Utama PT MRT Jakarta), Prof. Dr. Ir. Budisantoso Wirjodirdjo M. Eng. (Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Prof. Dr. Ir. Utomo Sarjono Putro M.Eng. (Guru Besar Institut Teknologi Bandung/Dekan Sekolah Bisnis & Manajemen), Dekan/Direktur dari 17 Fakultas/Sekolah/Program Vokasi di UI dan 305 Guru Besar UI yang juga turut hadir pada sesi pengukuhan sesi pertama ini. Acara tersebut disiarkan juga melalui UI Teve dan kanal Youtube UI.

Prof. Akhmad dikenal sebagai pakar dalam bidang Teknik industri. Ia menyelesaikan studi jenjang sarjana program studi teknik mesin di FTUI, lalu melanjutkan studi magister di University of New South Wales, Australia, dan jenjang doktoral di UI. Ia telah menerbitkan empat buku, salah satunya berjudul “Berpikir Sistem: Pola Berpikir untuk Pemahaman Masalah yang Lebih Baik” dan telah mematenkan delapan hasil karyanya. Selama lima tahun terakhir, ia telah menghasilkan 2 karya ilmiah yang Terindeks di Web of Science dan Scopus.

FacebookTwitter
X