FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Perkembangan industri menyebabkan munculnya beberapa permasalahan baru, salah satunya adalah masalah pencemaran lingkungan, seperti bahan buangan (limbah) industri.

Salah satu limbah industri adalah limbah fenol. Fenol adalah senyawa organik yang sangat beracun yang dapat ditemukan dalam beragam bidang industri seperti migas, farmasi, cat, elektronik bahkan rumah sakit.

Fenol bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ-organ tubuh serta cacat pada kelahiran bayi. Mengingat bahaya yang ditimbulkannya, maka perlu dilakukan penanganan khusus terhadap jenis limbah ini.

Teknologi konvensional telah banyak dilakukan untuk mengolah limbah fenol, tetapi metode-metode tersebut masih memiliki beberapa kelemahan, diantaranya efisiensi pengolahan limbah yang rendah, pemakaian energi dan bahan kimia yang cukup tinggi, serta tersisanya residu berbahaya dari fenol.

Diperlukan suatu teknik pengolahan limbah alternatif yang dapat meminimalisir efek berbahaya dari fenol. Hal inilah yang menjadi latar belakang penelitian Dr. Desi Heltina dari Departemen Teknik Kimia FTUI dalam disertasinya.

Disertasi yang berjudul “Rekayasa Komposit Titania Nanotube- Carbon Nanotube Dengan Perlakuan Asam dan Surfaktan Untuk Eliminasi Fenol” ini ia presentasikan dalam sidang promosi doktor yang berlangsung pada Kamis (4/1/2018) di Gedung Dekanat Lantai 1.

Dalam disertasinya ia menjelaskan tentang metode pengolahan limbah fenol dengan teknologi fotokatalis. Fotokatalis adalah suatu proses sintesis kimiawi yang melibatkan cahaya sebagai pemercepat proses transfromasi kimia.

Teknologi ini dinilai lebih ekonomis dalam pemakaian energi dan dapat menekan pemakaian bahan kimia. Katalis semikonduktor yang sampai saat ini telah terbukti memiliki aktivitas tinggi dalam reduksi limbah fenol dalam proses fotokatalisis adalah Titania Nanotube (TiNT).

Begitu banyak cara telah dilakukan untuk meningkatkan aktivitas TiNT dalam proses fotokatalisis, salah satunya adalah dengan menambahkan bahan semikonduktor logam, seperti Carbon Nanotube (CNT).

Hasil penelitian Desi menunjukkan bahwa perpaduan komposit TiNT-CNT dalam proses fotokalisis dapat meningkatkan daya degradasi limbah fenol sampai sebesar 62%, sehingga dapat dikatakan perpaduan ini mempunyai potensi yang menjanjikan dalam mengelola limbah fenol. (Humas UI)