FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Irfan Faisal Pane dan Muhammad Luthfi Shidqi, mahasiswa S1 Teknik Kimia UI berhasil meraih predikat sebagai Juara 2 kategori ide bisnis inovatif energi baru dan terbarukan dalam acara Rekinnovation 2017 yang diselenggarakan oleh PT. Rekayasa Industri. Rekinnovation merupakan ajang tahunan karyawan dan direksi petinggi PT. Rekayasa Industri dalam publikasi ilmiah hasil penelitian berbasis pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia. Pada acara Rekinnovation tahun 2017 ini juga dibuka langsung dengan pre-event seminar tentang ‘Sinergi Kemandirian Energi Nasional Bersama Kementerian ESDM’ bersama Bapak Archandra Tahar dan PT. Rekayasa Industri turut serta mengundang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berkompetisi terkait dengan tujuan memberikan sumbangsih inovasi berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia, lomba yang bertajuk NREC (New Renewable Energy Challenge) ini terbagi menjadi 2 kategori yaitu teknologi dan ide bisnis inovatif.

Rekinnovation 2017 ini diselenggarakan langsung di kantor pusat PT. Rekayasa Industri pada tanggal 12-13 Desember 2017 dengan tema “Meningkatkan Sumber Daya Energi Baru dan Terbarukan”. Kompetisi NREC (New Renewable Energy Challenge) ini diikuti oleh lebih dari 100 tim dari sivitas akademika seluruh Indonesia, yaitu dari Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatra Utara, Universitas Pertamina, dan masih banyak lagi.

Irfan Faisal Pane dan Muhammad Luthfi Shidqi mengangkat ide bisnis mengenai “Sistem Integrasi Pengolahan Sampah TPA Bantar Gebang sebagai Feedstock Energi Baru dan Terbarukan Berbasis Listrik untuk Pemerataan Listrik di Kota Bekasi” atau yang disingkat sebagai IWUS (Integrated Waste Utilization System). Alasan pemilihan topik tersebut adalah karena kurangnya pemerhatian terhadap kondisi sampah dan proyeksi pemerintah untuk Energy Mix 2025. Ide bisnis ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih ide penelitian untuk dapat diimplementasikan dan membuka kesempatan Indonesia untuk memajukan kondisi energi terkait ketahanan energi nasional.

Dari ratusan abstrak dan full paper yang masuk, Tim Universitas Indonesia menjadi salah satu yang berksempatan hadir sebagai Grand Finalis atau tamu undangan untuk dapat presentasi langsung dihadapan direksi PT. Rekayasa Industri, Professional undangan, Praktisi dan Dewan penilai yang berasal dari Institute for Clean and Renewable Energy Indonesia (I-CARE). Saat hari kompetisi yaitu pada 13 Desember 2017, panitia mengumumkan pemenang dari setiap kategori kompetisi yang salah satunya diraih oleh Tim Universitas Indonesia dalam kategori Ide Bisnis Inovatif sebagai peraih predikat Juara 2. (KMAV)