FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Resistant Building Competition (RBC) 2018 merupakan kompetisi teknik sipil tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan pada tanggal 4-5 April 2018. Kompetisi ini memberikan tantangan bagaimana peserta harus merancang bangunan tahan gempa. Penilaian untuk kompetisi ini didasarkan pada bagaimana kekuatan bangunan dalam menahan beban, rasio beban bangunan terhadap beban dan desain. Para juri yang hadir melakukan tes dengan  menggunakan alat simulasi gempa. Kompetisi yang diperuntukkan bagi Mahasiswa S1 Teknik Sipil ini, dalam kapasitasnya untuk mengenal karakter gempa, mempelajari peta gempa, mempelajari karakter bangunan gedung yang mampu menahan beban (mati dan hidup), dan menguji keandalan bangunan gedung dalam merespon gempa yang terjadi.

Setelah melakukan pendaftaran dan latihan, Tim FTUI Gochen yang beranggotakan 4 orang mahasiswa teknik sipil FTUI yaitu Felicia Tasmica Izzatudina, Raymond, Ryan Sulistian, dan Jonathan Panjaitan berangkat menuju Universitas Pelita Harapan untuk mengikuti seluruh tahapan perlombaan RBC ini yang terdiri dari dua hari.

Pada hari pertama, seluruh peserta melakukan perakitan bangunan sesuai desain yang telah dirancang pada prosposal. Setelah melakukan perakitan dengan durasai pengerjaan 4 jam, bangunan yang telah jadi akan disimpan di ruang untuk menunggu pembebanan dan pengujian pada hari kedua. Pada hari kedua, seluruh bangunan para peserta akan diuji dengan meletakkan beban 1 kg setiap lantainya mulai dari lantai ke-2 sampai dengan lantai ke-8 dan setiap peletakan beban pada setiap lantainya akan dilakukan pengguncangan menggunakan table shake serta pengguncangan ini dilakukan dalam dua sumbu. Tim UI Gochen berhasil menahan seluruh beban dan guncangan yang di berikan tanpa adanya kerusakan atau runtuhnya bangunan. Hasilnya, Tim UI Gochen berhasil meraih juara kedua dalam kompetisi  ini. (Kemahasiswaan FT)