Dr. AyendePenelitian pemanfaatan ekstrak tumbuh-tumbuhan sebagai inhibitor korosi belakangan ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan penggunaan bahan-bahan kimia ramah lingkungan. Pemanfaatan ekstrak tumbuh-tumbuhan sebagai inhibitor korosi menjadi penting mengingat karakteristiknya ramah lingkungan (green inhibitor), mudah ketersediaannya, sumber daya yang melimpah dan dapat diperbaharui, prosedur produksi yang sederhana dan biaya produksi yang cukup kompetitif.

Dr. Ayende mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pemanfaatan Ekstrak Ubi Ungu sebagai Inhibitor Organik Alternatif pada Korosi Logam Baja (API 5L)” pada sidang terbuka Promosi Doktor yang dilaksanakan pada 6 Agustus 2014. Bertindak sebagai Ketua Sidang adalah Dekan FTUI, Prof. Dedi Priadi, DEA; dengan Promotor Prof. Johny Wahyuadi Soedarsono, DEA. Bertindak sebagai Ko-Promotor adalah Prof. Dedi Priadi, DEA dan Prof. Sulistijono, DEA. Panitia Penguji terdiri dari Prof. Johny Wahyuadi, DEA; Prof. Dedi Priadi, DEA; Prof. Sulistijono, DEA; Drs. Ridla Bakri, Ph.D; Dr. Andi Rustandi, MT; Dr. Gadang P, M.Si dan Prof. Dewa Ngurah Suprapta, M.SC

Dalam penelitian ini dilakukan pengujian eksperimental efek sinergis jenis inhibitor baru yaitu ekstrak ubi ungu (Ipomea batatas L.) yang memiliki kandungan utama antosianin dengan inhibitor komersial berbasis amine (aniline) dan dengan inhibitor asam askorbat.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan efisiensi inhibisi korosi logam baja (API 5L) di dalam lingkungan air terproduksi menggunakan inhibitor campuran ekstrak ubi ungu dan inhibitor komersial berbasis amine (aniline) dan dengan inhibitor asam askorbat.

Metode pengukuran laju korosi dan efisiensi inhibisi dilakukan menggunakan elektrokimia kurva polarisasi. Mekanisme korosi diteliti dengan menggunakan metode Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Untuk menganalisis model lapisan inhibisi dilakukan dengan menggunakan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) spectroscopy.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran ekstrak ubi ungu memiliki kemampuan sinergis dengan inhibitor komersial berbasis amine (aniline) pada fraksi volume ekstrak ubi ungu sebesar 25% dengan menghasilkan inhibisi sebesar 82,14%.

Pada lapisan permukaan terjadi proses adsorpsi dan pembentukan kelat organo (flavanoid) logam dimana ekstrak ubi ungu dengan kandungan utama antosianin berperan sebagai pembentuk metal-chelated. (Abstrak – Humas FT)

FacebookTwitter
X