FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) bekerjasama dengan FTUI mengadakan acara Seminar Nasional dengan tajuk “Strategi Investasi Mewujudkan Infrastruktur Jalan Yang Berkelanjutan”.  Acara diselenggarakan pada 13 April 2018 bertempat di Ruang Auditorium Plaza Quantum, FTUI.

Acara dibuka oleh Ketua penyelenggara Ir. Taufik Widjojono, M.Sc, dilanjutkan dengan sambutan Dekan FTUI, Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng  dan Keynote Speech dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Dr. Ir. Arie Setiadi Moerwanto, M.Sc.

Infrastruktur jalan merupakan instrumen yang sangat penting  dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tingkat wilayah hingga nasional. Penyedia infrastruktur yang handal juga berdampak secara langsung terhadap aksesibilitas terhadap suatu daerah, hal ini ditandai dengan peningkatan taraf hidup dan daya saing di bidang ekonomi.

Selain aksesibilitas, keterjangkauan kualitas infrastruktur sangat penting dalam pengambilan keputusan dan  menarik peran sektor swasta yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur jalan yang berkelanjutan. Pendanaan menjadi masalah klasik dalam penyedia infrastruktur jalan untuk mendorong pertumbuhan ketersediaan infrastruktur jalan baik seara kuantitatif dan kualitatif.

Peningkatan kualitas infrastruktur jalan harus didukung dengan perancangan yang baik dimana sisi keselamatan pengguna jalan menjadi suatu aspek yang sangat penting. Data kecelakaan nasional memperlihatkan rasio kecelakaan meniggal dunia akibat kecelakaan perseratus ribu penduduk dijalan raya adalah 10.15. Data memperlihatkan angka kecelakaan yang meningkat 10% pertahun.

Perbaikan-perbaikan dan koordinasi antar lembaga diperlukan untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalan untuk mencapai visi dari penyelenggaraan keselamatan jalan tahun 2011-2035. Tahun 2035 menjadi target penting, karena berdasarkan data demografi ini usia produktif di Indonesia merupakan nomer satu di dunia. Apakan nanti akan menjadi usia produktif atau tidak, ini akan menjadi cara tergantung kita mulai dari mana disaat sekarang bagaimana menjalankannya.

Peran ahli jalan selain meningkatkan peminatan investasi masyarakat dengan skema-skema yang menarik, aspek keselamtan jalan juga harus dipertimbangkan dalam perancangan jalan. Pengembangan infrastruktur jalan dipastikan menyerap sumberdaya manusia atau SDM dari berbagai tingkat kompetensi keahlian dan keterampilan terutama Teknik Sipil.

Selain sebagai perencana jalan teknik sipil juga berperan dalam pengembangan material bangunan, infrastruktur bangunan dan tahu pendukung lainnya. Dengan keilmuan yang ada, diharapkan para engineer di lapangan mampu membuat keputusan yang memeberi dampak positif bagi keseimbangan lingkungan. (Humas FT)