Institut Emeritus FTUI, sebuah ajang bertukar pikiran para Guru Besar FTUI dan UI yang memasuki masa Purna Bhakti, kembali mengadakan Sharing Session. Sharing Session Institut Emeritus FTUI diadakan pada 8 Juni 2016 bertempat di Indosat Room, Gedung Dekanat FTUI.

Sharing Session Institut Emeritus FTUI kali membahas tentang wacana untuk menghidupkan kembali GBHN dengan nara sumber sivitas akademika FTUI diantaranya politisi senior, Dr. Ir. Akbar Tanjung; serta Gubernur Lemhanas, Prof. Budi Susilo Soepandji. Turut hadir dalam sharing session ini, Dekan FTUI, Prof. Dedi Priadi, DEA; Ketua Institut Emeritus FTUI, Prof. Djoko Hartanto; serta beberapa Guru Besar baik di lingkungan FTUI maupun UI diantaranya Prof. Budiarso, M.Eng; Prof. Bagio Budiardjo, M.Sc, Prof. Riri Fitri Sari, M.Sc., MM, Prof. Dr. Rio Sofwanhadi, PAK (K), Prof. Dr. Abdullah Dahana, Ir. Igig Soemardikatmodjo, Ir. Soehari Sargo, Didi Sunarwinadi, dan para peserta lainnya,

Dalam Sharing Session ini, wacana menghidupkan kembali GBHN dirasa perlu, ada 2 opsi yang dikemukakan diantaranya disusunnya kembali GBHN dengan MPR sebagai lembaga tertinggi Negara dan opsi ke 2 adalah disusunnya RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) dengan suatu Undang-undang. Opsi pertama dirasa lebih sulit karena dirasa akan mendapat banyak penolakan. Sharing session tentang GBHN ini akan kembali dilaksanakan dengan mengundang nara sumber yang lebih lengkap.

Insitut Emeritus FTUI dibentuk untuk untuk membantu Pimpinan FTUI dalam mewujudkan Excellence in Research Process; untuk membantu pimpinan FTUI agar Sivitas Akademika FTUI memiliki Competence in the Application of Research and Professional Services: serta untuk membantu pimpinan FTUI dalam mewujudkan Information Center for Research yang memiliki link dan akses global (global network) ke sumber Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di seluruh dunia untuk kepentingan pengajaran, pendidikan, riset dan aplikasinya.

Institut Emeritus FTUI akan membahas beberapa hal diantaranya masalah pengelolaan lingkungan dan sampah di lingkungan Universitas Indonesia, pelestarian nilai kepahlawanan/kemerdekaan, pelestarian sejarah perkembangan Universitas Indonesia, stabilitas ketersediaan 9 bahan pokok sebagai tugas dan tanggung jawab presiden, dsb. Selain itu Institut Emeritus FTUI juga memberikan masukan kepada Pimpinan FTUI pada beberapa hal diantaranya peningkatan mutu akademik, peningkatan jumlah guru besar, pelestarian dan pengembagan lingkungan FTUI, pengembangan kurikulum, dsb. Institut Emeritus FTUI nantinya akan dikembangkan bukan saja di tingkat Fakultas namun juga akan ke tingkat Universitas. (Humas FT)

FacebookTwitter
X