id
id

Simposium Future City Jakarta, Mencari Solusi Masalah Urban di Indonesia

simposium-future-city-1

simposium-future-city-2

Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Swiss dan Singapore-ETH Centre/Future Cities Laboratory (FCL) mengadakan simpos ium yang membahas proyeksi Jakarta sebagai sebuah kota di masa depan bertajuk “Future City Jakarta: Swiss and  Indonesian Research and Technology in Practice’, Senin (3/11/2014), di Aula Terapung Universitas Indonesia, Depok. Acara ini dibuka dengan sambutan oleh H.E. Dr. Yvonne Baumann (Duta Besar Swiss untuk Indonesia), Prof. Dr. dr. Siti Setiati Sp.PD(K) (Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama Industri), dan Dr. Remo Burkhard (Manajer Direktur Singapore–ETH Centre). Hadir pula Dr. Reswan, Asisten Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, untuk memberikan sambutan.

Dalam sesi pembukaan, para pembicara memberikan pengantar untuk isu yang diangkat dalam simposium ini. Yvonne Baumann mengatakan bahwa tujuan dari simposium ini adalah untuk mengajukan solusi yang dapat menjawab sebagian permasalahan Jakarta, “Di sini kita mencari platform solusi untuk permasalahan sampah, urbanisasi, tata ruang, air bersih, dan perumahan di Jakarta dengan memanfaatkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan akademisi dan praktisi masalah urban Indonesia dan Swiss,” ujarnya.

Remo Bukhard dalam sambutannya juga mengatakan bahwa pihaknya bangga memperkenalkan beberapa riset yang telah dirampungkan Singapore-ETH Centre dengan Jakarta sebagai fokusnya. Mewakili pihak UI, Siti Setiati menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan UI dalam kerja sama Indonesia-Swiss terkait penanganan permasalahan urban di Jakarta.

Seminar ini terbagi dalam tiga sesi yang menghadirkan 14 pembicara—akademisi dan praktisi—yang berbicara tentang permasalahan urban sesuai dengan keahliannya masing-masing. Sesi pertama bertemakan“Jakarta River Management” yang membahas permasalahan Kali Ciliwung, terutama masalah banjir, dan kaitannya dengan tata kota secara keseluruhan. Dalam sesi ini dibicarakan pula peranan komunitas masyarakat dalam membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat Kali Ciliwung tentang pengelolaan sampah.

Sesi kedua bertemakan “Swiss Research and Technology for Indonesia” yang menampilkan hasil penelitian para akademisi Swiss mengenai permasalahan urban. Sesi ketiga bertemakan “Jakarta Geology and Hydrology for Sustainable Kampong” yang secara khusus membahas Muara Baru sebagai contoh daerah dengan permasalahan tata kota “kampung” yang ada di Jakarta. Dalam pembahasan ini, solusi dan permasalahan Jakarta juga dilihat dari sudut pandang pemerintah DKI Jakarta. Setiap sesi diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab.

Di akhir acara, UI dan Future Cities Laboratory of Singapore-ETH Centre menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengembangkan penelitian terkait permasalahan urban. Bersamaan dengan simposium ini diselenggarakan pula pameran diorama tiga dimensi dan proyeksi digital tata kota Swiss dan Jakarta di lantai satu Perpustakaan UI Depok. (Humas UI)

X