FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Dalam rangka meningkatkan kepedulian (awareness) terhadap keselematan transportasi laut, Program Studi Teknik Perkapalan FTUI mengadakan Seminar Maritim “Keselamatan Transportasi Laut” yang dilaksanakan pada 8 Juni 2017 bertepatan bertepatan dengan Hari Laut Dunia di Ruang Chevron, Gedung Dekanat FTUI.

Turut hadir dan membuka acara, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, didampingi oleh ketua program studi Teknik Pekapalan, Dr. Agus S.Pamitran ST., M.Eng beserta jajarannya. Dalam sambutannya Dekan FTUI menegaskan pentingnya keselamatan trasnportasi laut dalam upaya mengurangi angka kecelakaan kapal.

Seminar ini mengambil tema “Keselamatan Trasnportasi Laut” dalam rangka menyambut angkutan lebaran 2017 dihadiri oleh para stakeholder di bidang transportasi laut dan juga akademisi yang ahli di bidang keselematan (safety).

Pada Sesi Pertama Hadir sebagai pembicara dalam seminar ini adalah Direktur Armada perusahaan kapal nasional PT. Pelni, Muhammad Tukul Harsono. Dalam kesempatan ini tampil sebagai pembicara dalam aspek operator kapal, dimana dalam meningkatkan keselamatan trasnportasi laut, PT. Pelni sudah menerapkan peraturan keselamatan seperti Solas, Marpol, ISPS Code, ISM Code dan STCW.

Hadir juga ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAB), Khoiri Soetomo, SE menyatakan bahwa umumnya kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan sudah memenuhi aturan keselamatan. Beliau menegaskan bahwa terjadinya kecelakaan di laut di sebabkan bukan oleh operator kapal, namun kurang tertibnya angkutan yang berada di atas kapal seperti kelebihan beban, dimensi dst.

Dosen Teknik Perkapalan UI, Dr. Sunaryo juga hadir pada sesi pertama ini berbicara megenai pentingnya peningkatan sistem keselamatan dimana perlu paragdima baru berdasarkan risk management.

Pada Sesi Kedua, hadir sebagai pembicara pertama yaitu ahli fire safety FTUI, Prof. Ir. Yulianto S. Nugroho, M.Sc., Ph.D, dalam kesempatan ini mengemukakan pentingnya hirarki dan tanggung jawab setiap komponen dalam meningkatkan keselematan.

Sebagai pembicara kedua sesi ini hadir juga Ir. Sugeng Yulianto Kadiv (Design Approval PT. Biro Klasifikasi Indonesia). Beliau menjelaskan bagaimana peran PT.BKI dalam melaksanakan survey serta sertifikasi kapal dalam rangka meningkatkan keselamatan jiwa, kapal, muatan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

Hadir sebagai pembicara terakhir, Dr. Capt. Antoni dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Dalam kesempatan ini beliau mengemukakan awak kapal Indonesia pada umumnya sudah memenuhi kompetensi pelaut. Namun pada kenyataanya, dikala terjadi kecelakaan transportasi laut beliau mengungkapkan sering kali awak kapal menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut. Pemahaman ini perlu dilursukan bahwanya kecelakaan dilaut bukan semata mata karena awak kapal namun bisa bikarenakan oleh kesalahan kebijakan (policy) yang diterapkan oleh regulator.

Seminar yang dihadiri sebanyak 68 peserta dari berbagai institusi ini diharapkan dapat terus dilanjutkan agar dapat memberi masukan dan rekomendasi terkait keselamatan transporatsi laut di Indonesia. (MAB/DTMUI)