Empat mahasiswa Teknik UI berhasil menorehkan prestasi di ajang 14th Malaysia Chem-e Car Competition 2019, di Malaysia. “Rhino Team” yang beranggotakan Muhammad Agus Setiawan (Teknik Kimia’16), Muhammad iqbal Abdul Rasyid (Teknik Kimia’16), Romi Putra (Metalurgi’16), dan Perdianta Sembiring (Teknik Komputer’16) berhasil meraih juara ketiga dalam ajang lomba yang diselenggarakan pada 29-30 Maret 2019.

Malaysia Chem-e Car Competition merupakan kompetisi sains dan teknologi tahunan yang diadakan oleh Universitas Kuala Lumpur, Malaysia. Tahun ini, Malaysia Chem-e Car Competition diikuti oleh 63 universitas di Asia dan lebih dari 200 mahasiswa. Kompetisi ini berlangsung di University Kuala Lumpur Malaysian Institute of Chemical & Bioengineering Technology. Pada tahun ini, Chem-E-Car Universitas Indonesia mengirimkan dua tim untuk berlomba di malaysia yaitu tim RHINO dan juga NAYAKA.  Pendaftaran dilakukan secara online melalui media sosial yang ditutup pada akhir Januari untuk periode pendaftaran. Setelah pendaftaran selesai, setiap tim perlu mengumpulkan berkas poster dalam bentuk digital ke panitia lomba. Dari pengumpulan poster ini, kedua tim Universitas Indonesia berhasil masuk dalam 22 poster terbaik dan berhak untuk dipamerkan di hari lomba.

 

14thMalaysia Chem-E-Car Competition merupakan kompetisi bergengsi yang diadakan oleh Institution Engineering Malaysia (IEM) dan  diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari berbagai negara di Asia Pasifik dan pada tahun ini juga diikuti oleh satu negara eropa yaitu Polandia. Dengan kesempatan tersebut, kontingen akan menunjukkan kreativitas dan kepiawaian mahasiswa Universitas Indonesia dalam melakukan kontrol reaksi mobil Chem-E-Car untuk mendapatkan poin tertinggi. Pada perlombaan tahun ini diberikan dua challenge yang perlu dihadapi peserta. Tantangan pertama adalah menjatuhkan pin bowling dengan cara menabraknya dengan bola, bola diberikan jarak dari pin bowling dan mobil Chem-E-Car dari semua peserta hanya boleh memukul bola dengan berbagai macam cara agar bola tersebut dapat mencapai pin bowling serta menjatuhkan pin bowling tersebut. Nilai maksimal dari pin bowling akan didapatkan jika semua pin bowling tersebut jatuh akibat terkena bola yang dipukul oleh mobil. Mobil Chem-E-Car tidak boleh menyentuh pin bowling karena sudah melebihi jarak berhenti sehinnga akan didiskualifikasi jika hal tersebut terjadi. Tantangan kedua adalah memasukan bola ke dalam gawang yang diberikan sekat-sekat. Gawang tersebut dibagi menjadi 3 bagian dimana bagian tengah akan mendapatkan poin maksimal yaitu 100 yang memiliki lebar 10 cm, lalu disebelah kanan dan kiri gawang tengah ada gawang dengan poin 75 dengan lebar 15 cm, dan terakhir gawang yang berada di ujung kanan dan kiri adalah dengan poin 50 dengan lebar 30 cm. Untuk mendapatkan poin maksimal bola perlu dipukul seperti dengan tantangan pertama dan memasukan bola tersebut ke gawang 100. Letak bola ditentukan dari jarak seberapa jauh mobil perlu berhenti lalu dikurangi 1 meter untuk mendapatkan jarak dari titik maju mobil Chem-E-Car ke titik bola.

Dari berbagai rangkaian lomba, Tim Rhino dari Universitas Indonesia berhasil menempatkan diri pada posisi ketiga setelah ITB dan UGM. Hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi keenam mahasiswa FT UI karena telah berhasil mengungguli lebih dari 50 universitas dari berbagai negara di Asia. (Humas FT UI)

FacebookTwitter
X