DSC_0535 (3372 x 2250)

Dari kiri ke kanan, Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A, Chandra Motik Yusuf, SH., MSc, Ph D, dan Ir. Hadi Tresno Wibowo, MT.

Universitas Indonesia (UI) luncurkan Kapal Pendidikan dan Riset Triwitono karya Dosen Program Studi Teknik Perkapalan Fakultas Teknik UI (FTUI) Ir. Hadi Tresno Wibowo, MT yang menerapkan inovasi lambung kapal pelat datar. Peresmian tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine di atas kapal Pelat Datar yang bersandar di dermaga Danau Kenanga Kampus UI Depok pada Senin (13/10) oleh Pj. Rektor UI, Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A. yang disaksikan oleh Dekan Fakultas Teknik UI, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, Pakar Hukum Maritim Chandra Motik Yusuf, SH., MSc, Ph D serta para mahasiswa UI.

Gagasan awal pembuatan kapal ini berangkat dari kepedulian Ir. Hadi Tresno Wibowo, MT terhadap nasib nelayan tradisional Indonesia yang setia melayari pelosok Nusantara. Hadi berkeinginan membuat suatu terobosan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hidup di pulau atau pesisir yang kerap diperhadapkan pada masalah sulitnya aksesibilitas sehingga harga-harga kebutuhan masyarakat menjadi mahal. Saat ini, transportasi di pulau-pulau di Indonesia masih minim. Akses transportasi yang sulit seringkali membuat warga di kepulauan tidak dapat menjangkau berbagai komoditas. Oleh karena itu, diharapkan dengan hadirnya kapal pelat datar rancangannya ini mampu mengatasi masalah di bidang pelayaran rakyat dan memicu perkembangan pulau-pulau.

Dengan panjang kapal 12,5 meter dan lebar 3 meter, kapal ini mampu mengangkut muatan penumpang sebanyak 30 orang (termasuk nahkoda dan abk). Material bangunan atas terbuat dari bahan fiber sedangkan material lambung terbuat dari baja. Proses pembangunan lambung kapal dilakukan lebih kurang dua minggu sedangkan proses pembangunan bagian atas kapal memakan waktu sebanyak lebih kurang tiga bulan. Desain Kapal Pelat Datar ini sudah mendaftarkan paten dengan judul invensi “Kapal dengan Lambung Pelat Datar”, nomor daftar paten PO201304514 dengan tanggal pengajuan pada 7 November 2013. Pada Agustus 2012 lalu, kapal nelayan pelat datar produksinya telah dimanfaatkan untuk membantu kerja nelayan Mirasa Sejati di Desa Limbangan, Balongan, Indramayu.

Ir. Hadi Tresno Wibowo mengatakan, “Setelah peluncuran, Kapal Triwitono ini siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan dan riset mahasiswa UI umumnya serta mahasiswa Teknik Perkapalan FTUI khususnya. Dengan kapasitas 30 orang serta dilengkapi pendingin udara dan papan tulis, kapal ini dapat dijadikan sebagai ruang kuliah alternatif bagi mahasiswa. Ia berharap, mahasiswa akan tertarik belajar di kapal tersebut sambil mengitari danau UI.” Lebih lanjut, Hadi juga berharap ke depannya UI dapat memproduksi kapal laut yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar dan berlayar untuk mengenal kekayaan laut Indonesia.

Dengan inovasi lambung kapal pelat datar, Kapal Triwitono ini mampu memberi kemudahan bagi nelayan dalam proses pembuatan, assembly dan memungkinkan pengurangan pekerjaan bending dan curving seperti pada produksi kapal konvensional. Lebih lanjut, lambung kapal berbahan baja maka akan memiliki ketahanan yang melebihi kayu maupun fiber seperti kapal pada umumnya. Kapal Triwitono ini juga memiliki keseimbangan saat digunakan seperti halnya tidak akan goyang saat menangkap ikan di laut dan akan tetap stabil dengan kecepatan di bawah 17 knot. Dalam proses pengerjaannya, Hadi tidak hanya sendiri melainkan dibantu oleh sejumlah mahasiswa, dosen dan alumni Prodi Teknik Perkapalan FTUI.

Diharapkan Kapal Pendidikan dan Riset Triwitono terus mampu menggiatkan peran pelayaran rakyat yang sudah terbukti dengan setia melayari pelosok Nusantara dan mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang berkesinambungan. Inovasi karya dosen maupun mahasiswa VI ini merupakan simbol kebanggaan dan pengabdian UI untuk bangsa dan negara dalam rangka menjawab permasalahan yang ada di masyarakat serta mampu mewujudkan Indonesia yang lebih baik. (Humas UI)

FacebookTwitter
X