FacebookTwitterGoogle+PinterestShare

Universitas Indonesia (UI) kukuhkan Guru Besar tetap dari Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Sunaryo, M.Sc dalam bidang Teknik Perkapalan dan Guru Besar tetap dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. dr. Meiwita P. Budiharsana, MPA., Ph.D dalam bidang Ilmu Biostatistik dan Kependudukan. Pengukuhan Guru Besar dipimpin oleh Sekertaris Dewan Guru Besar UI, Prof. dr. Budi Sampurna, S.H., S.p.F. yang dilaksanakan pada Rabu (5/9) di Balai Sidang UI kampus Depok.

Prof. Sunaryo merupakan Guru Besar Tetap ke-59 di FTUI. Prof. Sunaryo memaparkan pidato pengukuhan berjudul “Industri Perkapalan Terintegrasi dengan Pendekatan Pembangunan Kapal Multi Galangan dan Penerapan Metode Modularisasi Konstruksi”. Industri perkapalan merupakan industri yang sangat kompleks karena merupakan tempat terjadinya proses perangkaian produk dari berbagai industri seperti industri bahan baku, industri komponen, industri penunjang, dan industri jasa. Prof. Sunaryo menyebutkan sejumlah pendekatan inovatif untuk meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional dengan Industri Perkapalan Terintegrasi menggunakan Metode Pembangunan Kapal Multi Galangan ; dan metode modularisasi konstruksi kapal.

Prof. Sunaryo menambahkan bahwa Pembangunan Kapal Multi-Galangan sangat sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai “Poros Maritim Dunia” yakni dengan menerapkan pembangunan kapal standar dan seri dalam jumlah banyak yang dapat menguntungkan bagi Indonesia sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia. Galangan kapal sebagai industri inti cukup berkonsentrasi pada core businessnya saja yakni memproses struktur dan memasang komponen sehingga pembangunan blok pada galangan akan jauh lebih cepat karena unit-unit kapal dikerjakan secara paralel dalam waktu yang bersamaan, dan rantai pasok industri dapat dipersingkat serta disederhanakan. Berikutnya, konsep Industri Perkapalan Terintegrasi akan lebih terbantu dengan diterapkannya sistem Modularisasi Konstruksi Kapal. Metode ini dilakukan dengan cara menzonasikan struktur kapal berdasarkan tata letak struktur kapal, jenis dan fungsi sistem pada kapal. Prinsip dasar dari modularisasi konstruksi kapal adalah advanced outfitting dan Integrated Hull Construction Outfitting and Painting (IHOP) di mana isi dari struktur unit dan blok diusahakan selengkap mungkin sebelum digabungkan dengan unit atau blok lainnya, hanya saja pada metode modularisasi modul-modul yang disusun mempunyai karakteristik yang unik dan spesifik. Diharapkan pendekatan tersebut mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, mutu pekerjaan, tingkat penggunaan komponen dalam negeri, dan waktu penyelesaian pekerjaan industri perkapalan. (Humas FT).