id
id

Eksibisi Tugas Akhir Arsitektur FTUI 2025: Ruang Apresiasi Karya Inovatif Mahasiswa 

Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) telah selesai menggelar Eksibisi Tugas Akhir Arsitektur 2025 yang berlangsung dari tanggal 30 Juni hingga 20 Agustus 2025. Eksibisi ini terbuka untuk umum dan tanpa biaya, bertempat di lantai 1-3 Departemen Arsitektur FTUI, Kampus UI Depok. 

Acara ini turut diampu oleh Prof. Yandi Andri Yatmo, S.T., M.Arch., Ph.D., yang memberikan arahan akademik serta kuratorial, sehingga karya mahasiswa dapat ditampilkan secara terstruktur dan komunikatif. Kehadiran dosen pengampu sekaligus memperkuat hubungan antara proses pembelajaran dan ruang apresiasi publik. 

Salah satu karya yang menarik datang dari Brigita, mahasiswa Arsitektur FTUI, yang mengangkat studi bertajuk “Cyborg Infrastructure Architecture Through Feminist perspective”. 

Studi Brigita mengeksplorasi arsitektur melalui pendekatan feminis dengan menekankan relasi, afeksi, dan keberlanjutan di luar oposisi biner gender. Dalam karyanya, arsitektur dipahami sebagai entitas cyborg tubuh hibrida yang menjalin keterhubungan antara dimensi biologis, teknologi, dan spasial. Arsitektur tidak lagi dipandang sebagai objek statis atau wadah fungsional semata, melainkan sebagai medan relasional yang cair, nomadik, dan responsif terhadap ritme emosional pengguna serta lingkungan sekitarnya. 

Melalui perspektif ini, Brigita menolak logika efisiensi dan dominasi dalam arsitektur konvensional. Sebaliknya, ia menghadirkan konsep ruang yang dapat memediasi regenerasi afektif dan ekologis melalui interaksi timbal balik yang terbuka. Keberlanjutan dalam karyanya tidak hanya dimaknai dari aspek material, tetapi juga sebagai jaringan emosional hidup, di mana ruang dan penghuninya saling merawat, memengaruhi, dan bertransformasi dalam ekosistem yang saling terhubung. 

“Bagi saya, arsitektur harus dilihat sebagai ruang yang hidup, bukan hanya sekadar bangunan. Melalui pendekatan cyborg, saya ingin menekankan bagaimana arsitektur dapat menjadi medium relasional yang memelihara keterhubungan manusia, teknologi, dan lingkungan secara etis serta berkelanjutan,” ungkap Brigita. 

Eksibisi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Arsitektur FTUI terus berupaya menghadirkan gagasan inovatif yang tidak hanya berlandaskan fungsi dan estetika, tetapi juga menyentuh dimensi filosofis, emosional, dan ekologis. Dengan karya seperti ini, Departemen Arsitektur FTUI menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang kritis, adaptif, dan siap memberi kontribusi terhadap perkembangan arsitektur global. 

“Eksibisi Tugas Akhir Arsitektur ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi karya mahasiswa, tetapi juga refleksi atas keberanian mereka untuk mengeksplorasi gagasan kritis dan inovatif. Saya melihat bagaimana mahasiswa Arsitektur FTUI mampu memadukan aspek teknis, estetika, hingga filosofi dalam rancangan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa FTUI tidak hanya melahirkan arsitek yang andal secara profesional, tetapi juga pemikir yang siap memberi kontribusi bagi perkembangan arsitektur di tingkat nasional maupun global,” kata Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan FTUI. 

*** 

Kantor Komunikasi Publik 

Fakultas Teknik Universitas Indonesia 

 

X