enid
enid

Seminar Karir Middle East: Competitive Advantage Menghadapi Global Competition dalam Dunia Pekerjaan

Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesiapan karir mahasiswa melalui penyelenggaraan Seminar Karir Middle East bertajuk Competitive Advantage Menghadapi Global Competition dalam Dunia Pekerjaan. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Gedung IDE, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (11/11), dan diikuti oleh mahasiswa serta sivitas akademika dengan antusiasme tinggi. 

Seminar ini menghadirkan narasumber utama, Bapak Daniel Sinaga, S.T., M.M., profesional yang telah menghabiskan puluhan tahun berkarir di Qatar dan memiliki pengalaman luas di bidang procurement dan purchasing pada berbagai perusahaan multinasional. Turut hadir dalam kegiatan ini dosen Program Studi Teknik Perkapalan dan Teknik Mesin, Ir. Achmad Riadi, S.T., M.Eng., Ph.D. serta Prof. Dr-Ing. Nandy Setiadi Djaya Putra, yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara. 

Dalam pemaparannya, Daniel Sinaga menjelaskan bahwa kawasan Middle East, khususnya Qatar, menawarkan peluang besar bagi lulusan bidang teknik, seiring dengan pesatnya perkembangan sektor industri, konstruksi, energi, dan manajemen rantai pasok. Namun, peluang tersebut juga diiringi dengan tingkat persaingan yang sangat ketat, sehingga menuntut kesiapan kompetensi yang matang dari para pencari kerja. 

“Bekerja di Middle East, khususnya Qatar, bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana kita bisa beradaptasi dengan budaya kerja internasional, standar global, serta dinamika industri yang sangat cepat berubah,” ungkap Daniel Sinaga saat menyampaikan materinya. 

Lebih lanjut, beliau memaparkan peran strategis seorang Procurement Manager yang mencakup proses pengadaan barang dan jasa, negosiasi kontrak, pengelolaan vendor, hingga pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada efisiensi dan keberlanjutan operasional perusahaan. Menurutnya, profesi ini menuntut kombinasi antara kompetensi teknis, kemampuan manajerial, serta komunikasi lintas budaya yang efektif. 

Daniel Sinaga juga menekankan pentingnya specialized expertise atau penguasaan keahlian spesifik sebagai keunggulan kompetitif di pasar kerja global. “Perusahaan-perusahaan besar di Middle East sangat menghargai kandidat yang memiliki spesialisasi jelas dan mampu menunjukkan kompetensinya secara terukur. Ini yang akan menjadi pembeda di tengah persaingan global,” jelasnya. 

Selain itu, beliau turut menyoroti urgensi sertifikasi internasional sebagai salah satu aspek krusial dalam meningkatkan daya saing profesional. Sertifikasi seperti Certified Procurement Professional, Project Management Professional (PMP), maupun sertifikasi relevan lainnya dinilai mampu memperkuat kredibilitas serta menunjukkan komitmen terhadap standar profesional global. 

Sesi seminar ditutup dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali informasi terkait persiapan karir di luar negeri, budaya kerja di Middle East, hingga strategi membangun portofolio profesional yang kompetitif. 

Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Indonesia berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai peluang karir global serta termotivasi untuk terus mengembangkan kompetensi diri. Seminar ini menjadi bagian dari upaya FTUI dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan perspektif global agar siap bersaing di dunia kerja internasional, khususnya di kawasan Middle East seperti Qatar. 

*** 

Kantor Komunikasi Publik 

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X