Era Agita Kabdiyono, mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTSL FTUI), berhasil meraih gelar Doktor setelah menjalani sidang terbuka pada Senin (05/01). Melalui disertasinya yang berjudul Pengaruh Bamboo Leaf Ash (BLA) Terhadap Peningkatan Nilai Residual Strength pada Tanah Berplastisitas Sangat Tinggi (Extremely High Plasticity Soils), Era menjadi Doktor ke-88 di DTSL FTUI dan ke-636 di FTUI, dengan predikat Sangat Memuaskan, IPK 3,84.
Penelitian yang dilakukan Era dilatar belakangi dengan adanya fenomena plastisitas yang sangat tinggi pada tanah, terutama tanah lempung. Fenomena ini merupakan aspek penting dalam rekayasa geoteknik dan geologi lingkungan. Plastisitas pada tanah mengacu pada kemampuan tanah untuk mengalami deformasi di bawah tekanan tanpa retak atau pecah yang sangat dipengaruhi oleh kandungan air dan komposisi mineralnya. Tanah seperti ini tidak cocok untuk aplikasi struktural karena kekuatan gesernya yang rendah dan kompresibilitasnya yang tinggi.
”Oleh karena itu, pengembangan stabilisator tanah telah menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan sifat rekayasa tanah, sehingga membuatnya cocok untuk konstruksi. Salah satu cara perbaikan tanah adalah dengan memanfaatkan abu daun bambu (Bamboo Leaf Ash/BLA) sebagai bahan stabilisasi tanah. Stabilisator ini tergolong ramah lingkungan dengan sumber daya yang melimpah. Dengan kandungan silika hingga 70% sebagai salah satu kompomen kimia utamanya, BLA memiliki potensi signifikan sebagai material pozzolanik untuk perbaikan tanah,” ungka Era dalam presentasinya.
Penelitian dilakukan dengan mengukur kekuatan geser residual tanah berplastisitas sangat tinggi dan memntukan variasi campuran BLA optimal untuk meningkatkan stabilitas tanah. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa initial compression pada tanah berplastisitas sangat tinggi akan meningkatkan peak dan residual strength pada material tanah (bentonite), menghasilkan pola keruntuhan secara drastis seletah puncak (perilaku strain softening) pada setiap pengujian dan deformasi yang paling besar pada uji ring shear, serta mengurangi kompresibilitas sehingga membuat tidak mudah termampatkan.
Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menanggapi penelitian yang dilakukan Agita. “Penelitian ini menunjukkan kontribusi nyata sivitas akademika FTUI dalam menghadirkan solusi rekayasa yang inovatif dan berkelanjutan. Pemanfaatan material ramah lingkungan seperti bamboo leaf ash menjadi contoh bagaimana riset dapat menjawab tantangan teknis sekaligus isu lingkungan.” ujar Prof. Kemas.
Hasil penelitian dipresentasikan dalam sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA., sebagai Ketua Sidang, Dr. Ir. Wiwik Rahayu, DEA, sebagai Promotor, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA., sebagai Ko-Promotor 1, dan Dr. Sri Wulandari, S.T., M.T., sebagai Ko-Promotor 2 (Universitas Gunadarma). Tim penguji terdiri dari Ayomi Dita Rarasati, ST, MT, Ph.D, Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso, M.Sc., Ph.D., Dr. Dipl.-Ing. Nuraziz Handika, S.T., M.T., M.Sc., dan Dr. Idrus M. Alatas, M.Sc. (penguji eksternal Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN)).
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia







