Agus Suprajitno, mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTE FTUI), berhasil meraih gelar Doktor setelah menjalani sidang terbuka pada Rabu (24/12). Melalui disertasinya yang berjudul Peningkatan Performansi Pengendali Motor Induksi Tanpa Sensor Berbasis Adaptif Observer Menggunakan Kompensasi Kesalahan Estimasi Arus Q, Agus menjadi Doktor ke-190 di DTE FTUI dan ke-630 di FTUI, dengan predikat Sangat Memuaskan, IPK 3,87.
Penelitian yang dilakukan Agus melibatkan sistem kendali motor induksi yang menggunakan metode kendali vector yang disebut Rotor Flux Oriented Control (RFOC). Sistem ini memerlukan informasi kecepatan sudut yang digunakan untuk men-transformasi komponen arus motor menjadi arus-d dan arus-q. Akan tetapi system kendali motor induksi tanpa sensor kecepatan ini apabila diuji dengan memberikan gangguan beban sesaat yang besar, respon estimasi kecepatan menjadi lambat untuk konvergen dengan nilai kecepatan aktualnya. Hal ini menyebabkan respon kecepatan aktual menjadi terlambat untuk merespon agar kembali menuju kecepatan referensinya. Hal ini merupakan masalah karena performansi sistem kendali motor menjadi buruk.
Pada penelitian ini, Agus melakukan investigasi bagaimana agar permasalahan yang terjadi saat sistem kendali motor induksi tanpa sensor kecepatan diberi gangguan beban sesaat yang besar dapat diatasi. Pertama-tama diamati parameter apa yang mempengaruhi secara erat pada respon estimasi kecepatan motor. Ditemukan bahwa parameter kesalahan estimasi arus-q sangat berkaitan erat dengan kesalahan estimasi kecepatan motor.
Dikarenakan informasi kesalahan estimasi arus-q bisa didapatkan dalam system kendali motor induksi tanpa sensor kecepatan, maka diusulkan untuk menggunakannya dalam memberikan kompensasi pada perhitungan estimasi kecepatan motor, dengan tujuan respon kecepatan motor pada sistem dapat diperbaiki. Metode kompensasi yang diusulkan diuji apakah akan mempengaruhi kestabilan system keseluruhan dengan melihat letak eigen dari system loop tertutup yang diberikan kompensasi estimasi kecepatan tersebut.
”Diketahui bahwa seluruh eigen system berada pada daerah stabil disebelah kiri sumbu imajiner bidang kompleks. Metode kompensasi juga diuji secara eksperimen dengan memberikan gangguan beban sesaat yang besar. Dari hasil uji diketahui bahwa metode kompensasi estimasi kecepatan yang diusulkan dapat mengatasi permasalahan estimasi kecepatan terutama pada saat diberikan gangguan beban sesaat yang besar. Respon kecepatan aktual motor pada system kendali motor induksi loop tertutup tanpa sensor kecepatan dapat diperbaiki, sehingga sama halnya pada sistem kendali dengan sensor kecepatan,” jelas Agus.
Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menanggapi penelitian yang dilakukan Agus. “Perancangan sistem yang dilakukan Agus dalam penelitian ini sangat komprehensif, mulai dari model matematis, perumusan metode observasi, perancangan algoritma adaptasi, hingga verifikasi melalui simulasi dan eksperimen. Kami berharap penelitian ini dapat diimplementasikan dalam industri terkait sehingga penelitian tidak terhenti pada disertasi, namun juga pengaplikasiannya di dunia nyata,” ujar Prof. Kemas.
Hasil penelitian dipresentasikan dalam sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., sebagai Ketua Sidang, Prof. Dr. Ir. Feri Yusivar, M.Eng., sebagai Promotor, dan Dr. Abdul Halim, M.Eng., sebagai Ko-Promotor. Tim penguji terdiri dari Prof. Dr.Eng. Drs. Benyamin Kusumo Putro, M.Eng., Dr. Aries Subiantoro, S.T., M.Sc., Naufan Raharya, S.T., M.T., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng. (penguji eksternal dari Universitas Mercu Buana), dan Dr. Nanda Avianto Wicaksono, S.T., M.T. (penguji eksternal dari Kementerian ESDM).
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia





