enid
enid

Sinergi Akademik dan Industri: FTUI–PT Sucofindo Evaluasi Kerja Sama Pendidikan Pascasarjana

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) capaian kerja sama pendidikan dengan PT Sucofindo yang berlangsung secara daring dan luring di Ruang Rapat DGB, Dekanat FTUI, pada Rabu (21/01). Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan akademik mahasiswa program magister Teknik Sipil dan Lingkungan, sekaligus meninjau efektivitas pelaksanaan kerja sama pendidikan yang telah berjalan.

Rapat ini dihadiri oleh Dr. Muhamad Sahlan, S.Si., M.Eng., Manajer Kerja Sama, Ventura, dan Kewirausahaan, Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng., selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, juga didampingi oleh Tim FTUI, serta perwakilan dari Sucofindo yaitu Lusi Anri Hutabarat, Kepala Sub Bagian Pengembangan Human Capital PT Sucofindo, didampingi dengan Tim Sucofindo

Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng., selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, beliau menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah berjalan dengan baik, serta menekankan pentingnya kegiatan monitoring sebagai upaya untuk memastikan kelancaran dan efektivitas program. “Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa program kerja sama pendidikan pascasarjana dapat berjalan dengan baik, mahasiswa memperoleh pengalaman akademik yang optimal,” ujarnya.

Lusi Anri Hutabarat, selaku Kepala Sub Bagian Pengembangan Human Capital PT Sucofindo, menyampaikan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan pascasarjana yang bersifat lintas disiplin. “Monitoring dan evaluasi ini menjadi langkah penting bagi kami untuk melihat perkembangan akademik pegawai yang sedang menempuh studi, sekaligus memastikan program ini memberikan manfaat optimal baik bagi mahasiswa maupun bagi perusahaan. Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan secara lintas disiplin dan mendukung peningkatan kompetensi serta kinerja pegawai,” ujarnya.

Dalam Evaluasi Progres akademik mahasiswa secara umum, mahasiswa menunjukkan performa akademik yang baik dengan dua mahasiswa yang belum lama ini telah menyelesaikan studi dengan capaian IPK yang sangat baik, mahasiswa Teknik Mesin dengan IPK 4.00 dan Mahasiswa Teknik Sipil dengan IPK 3.98, sementara mahasiswa aktif saat ini menunjukkan peningkatan IPK tiap semester. Secara umum, capaian tersebut dinilai positif dan memberikan peluang bagi mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

Selain itu, turut dibahas beberapa perhatian khusus, salah satunya terkait fleksibilitas studi bagi mahasiswa yang memiliki kondisi tertentu, seperti kehamilan, serta mekanisme skema pembiayaan dan komitmen ikatan dinas setelah masa studi selesai. Namun, Sucofindo menyoroti transparansi informasi sejak semester awal terkait target minimal IPK, keaktifan dan kehadiran mahasiswa, mengingat standar IPK minimal 3,7 yang menjadi perhatian utama perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, pihak FTUI menjelaskan bahwa kurikulum yang bersifat interdisiplin pada angkatan 2024 turut mempengaruhi capaian IPK secara keseluruhan, di mana tantangan akademik tidak hanya dialami oleh satu mahasiswa, tetapi oleh sebagian besar angkatan. Meski demikian, FTUI menyampaikan bahwa terdapat sejumlah opsi akademik yang dapat ditempuh mahasiswa, seperti pengambilan mata kuliah tambahan atau mata kuliah ekstra, dengan pendampingan akademik yang terarah, meskipun tetap disertai risiko apabila capaian nilainya tidak optimal.

Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, FTUI dan PT Sucofindo sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam pelaksanaan program kerja sama pendidikan pascasarjana. Evaluasi rutin diharapkan dapat menjadi sarana perbaikan berkelanjutan agar program berjalan lebih optimal, adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa dan perusahaan, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sumber daya manusia dan institusi secara berkelanjutan.

Di kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan pendidikan pascasarjana. “Kerja sama antara FTUI dan PT Sucofindo merupakan bentuk sinergi strategis antara dunia akademik dan industri. Melalui evaluasi yang berkelanjutan, kami berharap program pendidikan pascasarjana ini tidak hanya mendukung penyelesaian studi mahasiswa tepat waktu, tetapi juga menghasilkan lulusan dan riset yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri,” ujar Prof. Kemas.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X