enid
enid

5 Tim Perwakilan SPE UI SC Borong Prestasi di ajang DERRICK 2025

Lima tim perwakilan SPE UI Student Chapter menorehkan prestasi pada ajang DERRICK 2025, kompetisi tahunan bidang minyak dan gas yang diselenggarakan secara luring dan daring pada Oktober–Desember 2025. Dalam ajang yang mengusung tema “Rapid Energy Optimization in the Oil and Gas Industry with Artificial Intelligence Technology Based on Blue Economy and Sustainable Energy” ini, mahasiswa FTUI berhasil meraih berbagai gelar juara melalui inovasi yang mencakup sektor hulu hingga hilir industri migas.

DERRICK 2025, berkolaborasi dengan rangkaian acara MATRIC, REACTION, LOGCREAVEN, dan INSCOMP di PEM Akamigas menjadi wadah strategis bagi mahasiswa FTUI untuk menunjukkan keunggulan riset, kreativitas, dan kontribusi nyata dalam mendorong transformasi industri energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Tim Trinova yang terdiri atas Balqis Azzahra Rahmadani, Vince Cendrix, dan Valencia Jolie Bong (Teknik Kimia, Angkatan 2025). Tim ini berhasil meraih Champion of Drilling Fluid Design Competition Melalui karya berjudul “Optimizing High-Performance Water-Based Mud for Reservoir Protection to Achieve Sustainable and Efficient Drilling Operations”.

Tim Trinova mengembangkan High-Performance Water-Based Mud (HPWBM) dengan pendekatan rekayasa fluida berbasis komputasional dan optimasi aditif yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini dirancang untuk menjaga stabilitas sumur dan perlindungan reservoir sekaligus meningkatkan efisiensi biaya.

“Kami berupaya menghadirkan solusi fluida pengeboran yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan industri energi,” ujar Balqis Azzahra Rahmadani mewakili tim.

Tim IoniCute, yang beranggotakan Fairuz Zain, Sybilla Aleeka, dan Farah Difania dari Program Studi Teknik Kimia KKI angkatan 2024, berhasil meraih predikat Champion of Paper and Poster Competition. Prestasi ini diraih berkat inovasi yang mereka kembangkan dalam bidang katalisis berkelanjutan, khususnya untuk mendukung produksi bahan bakar bersih berbasis pemanfaatan karbon dioksida (CO₂).

Melalui inovasi bertajuk Solar-Assisted Ionic Liquid Catalysis for Converting CO₂-Derived Methanol into DME, Tim IoniCute mengembangkan katalis cair berbasis ionic liquid yang tetap stabil meskipun berada di bawah paparan panas matahari dan fluktuasi suhu. Katalis ini memungkinkan proses konversi metanol berbasis CO₂ menjadi dimethyl ether (DME) berlangsung lebih konsisten dan efisien, dengan penurunan kebutuhan energi hingga 32,5%, penghematan biaya operasi sekitar 65%, serta pengurangan emisi karbon secara signifikan.

“Kestabilan katalis menjadi kunci agar teknologi ini dapat diaplikasikan secara lebih luas dalam sistem energi terbarukan,” ungkap Fairuz Zain mewakili tim.

Tim Silksong, yang beranggotakan Faza Azizan Attuhrisa, Muhammad Zia Khairan Nashwan, dan Nadia Aqila dari (Teknik Kimia 2024), berhasil meraih Juara 2 (1st Runner Up of Renewable Energy Competition). Prestasi ini diraih melalui gagasan inovatif yang berfokus pada pengembangan sistem waste-to-energy dengan memanfaatkan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai sumber energi terbarukan bernilai tambah.

Melalui proyek berjudul “Biohydrogen and Biomethane Production from Thermal-Pretreated Palm Oil Mill Effluent Using Thermoanaerobacterium thermosaccharolyticum: A Circular Economy Approach”, Tim Silksong mengembangkan teknologi produksi biohidrogen dan biometana melalui pendekatan thermal pretreatment dan two-stage anaerobic digestion. Inovasi ini dirancang untuk menurunkan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah industri kelapa sawit.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah POME tidak hanya menjadi tantangan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber energi bersih yang mendukung ekonomi sirkular,” ujar Faza Azizan Attuhrisa mewakili tim.

Tim Duo Iman Ilmu Pelayaran, yang beranggotakan I Gusti Ngurah Made Abhi (Geofisika, 2024) dan Henri Maikel Bakhtiar (Teknik Kimia, 2024), berhasil meraih 2nd Runner Up of Renewable Energy Competition. Prestasi ini mencerminkan kolaborasi lintas disiplin mahasiswa FTUI dalam merancang solusi inovatif di bidang energi terbarukan dan efisiensi sistem pembangkitan listrik bersih.

Melalui proyek berjudul “Closing the Loop: An Integrated Heat Exchanger Networks and PEMFC in Biohydrogen-to-Power Systems for Energy-Efficient Valorization and Clean Electricity Generation”, tim mengusung integrasi Heat Exchanger Networks (HEN) dan Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC) dalam sistem konversi biohidrogen menjadi listrik. Inovasi ini dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan panas sisa proses sehingga meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan dan menghasilkan listrik bersih beremisi rendah.

“Pendekatan integrasi sistem ini kami kembangkan agar pemanfaatan biohidrogen dapat berlangsung lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi masa depan,” ujar Henri Maikel Bakhtiar.

Tim MONARCH, yang terdiri atas Aqila Raihan, Deviano Hafiy Dwi Sandika, Jamil Yusuf Hubeis, Muhammad Fathurrahman Syuhada, dan Rizki Mulya Akbarsyah dari Program Studi Teknik Mesin angkatan 2024, berhasil meraih 1st Runner Up of Oil Rig Design Competition. Prestasi ini diraih melalui karya desain BUAS-02 Semi-Submersible Rig, sebuah rancangan anjungan pengeboran lepas pantai yang ditujukan untuk pengembangan Lapangan Vyatra di Kutai Basin dengan mengusung prinsip perencanaan yang sustainable, resilient, dan efficient.

BUAS-02 menampilkan inovasi desain rig generasi mutakhir yang menekankan efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan melalui penerapan dual-activity drilling untuk menurunkan non-productive time (NPT), sistem HPHT-ready well control, serta konsep zero-flaring dan enhanced waste management guna meminimalkan dampak lingkungan.

“Kami merancang BUAS-02 sebagai solusi rig masa depan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap tantangan keselamatan dan keberlanjutan industri migas,” ujar Aqila Raihan mewakili tim.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswa FTUI tersebut.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FTUI, termasuk mahasiswa baru, memiliki kapasitas akademik dan daya inovasi yang sangat baik. Inisiatif yang mengintegrasikan aspek teknis, keberlanjutan, dan efisiensi industri seperti ini sejalan dengan visi FTUI dalam mendorong pendidikan teknik yang unggul, relevan, dan berdampak,” ujar Prof. Kemas.

Keberhasilan Tim Trinova dalam DERRICK 2025 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FTUI untuk terus berprestasi dan berkontribusi melalui inovasi berbasis sains dan teknologi, khususnya dalam menjawab tantangan industri energi yang semakin kompleks dan berkelanjutan.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X