enid
enid

DTSL FTUI berkolaborasi dengan Ehime University gelar Seminar Disaster Management

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTSL FTUI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi global di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi melalui penyelenggaraan International Seminar on Disaster Management. Seminar internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Indonesia, Ehime University, dan T-MEC Co., Ltd., bekerja sama dengan Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) serta Badan Kejuruan Teknik Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BK Sipil PII). Kegiatan ini diselenggarakan di bawah kepemimpinan Ketua Pelaksana, Ir. Abdul Halim Hamdany, S.T., M.Sc., Ph.D., sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi akademik, profesional, dan industri dalam pengembangan ketahanan bencana dan infrastruktur berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/4) di Auditorium K-301 FTUI ini dihadiri oleh Dr. Erly Bahsan, S.T., M.Kom., selaku Ketua Departemen, para kademisi, praktisi industri, profesional teknik sipil dan geoteknik, serta mahasiswa dari berbagai institusi. Hadir sebagai narasumber utama Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso, M.Sc., Ph.D., dari Departemen Teknik Sipil, Prof. Naoki Kinoshita dari Ehime University, dengan dilanjutkan pemaparan dari para perwakilan Ehime University, T-MEC Co., Ltd., Asano Taiseikiso Engineering Co., Ltd, Yokogawa Electric Co., Ltd.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi dan sambutan dari Dekan FTUI, Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, “Seminar ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi internasional, khususnya dalam pengembangan pendidikan, riset, dan teknologi yang mendukung ketahanan terhadap bencana. Indonesia membutuhkan pendekatan multidisiplin dan kemitraan global untuk menghadirkan solusi yang responsif terhadap tantangan kebencanaan yang semakin kompleks,” ujar Prof. Kemas.

Salah satu momen penting dalam rangkaian acara ini adalah pelaksanaan serah terima Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Indonesia dan Ehime University. Penandatanganan MoU ini menandai komitmen bersama kedua institusi untuk membangun kerja sama jangka panjang di bidang akademik, penelitian, student exchange, dan pengembangan inovasi dan teknologi.

Prof. Kemas menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat berkembang menjadi berbagai program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi maupun masyarakat luas.

“Kami berharap kemitraan ini tidak berhenti pada seminar hari ini, tetapi berkembang menjadi inisiatif berkelanjutan seperti pertukaran mahasiswa, program magang internasional, riset bersama, hingga inovasi terapan yang mampu memberikan kontribusi langsung bagi penguatan ketahanan infrastruktur dan masyarakat,” tambahnya.

Setelah sesi pembukaan, seminar berlanjut dengan paparan utama dari para narasumber mengenai berbagai isu strategis terkait manajemen bencana, penguatan ketahanan infrastruktur, mitigasi risiko geoteknik, serta inovasi teknologi dalam penanganan kebencanaan. Diskusi interaktif antara pembicara dan peserta turut menjadi bagian penting dari kegiatan ini, membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara akademisi, praktisi, dan profesional dari Indonesia maupun Jepang.

Seminar ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang rekayasa geoteknik, mitigasi bencana, dan pembangunan infrastruktur tangguh bencana. Fokus pembahasan diarahkan pada pengembangan solusi inovatif untuk menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks, termasuk gempa bumi, penurunan muka tanah, serta persoalan stabilitas infrastruktur.

Sebagai negara yang berada di kawasan cincin api Pasifik, Indonesia menghadapi tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai bencana alam. Oleh karena itu, penguatan kapasitas nasional dalam mitigasi dan manajemen bencana menjadi kebutuhan mendesak yang memerlukan sinergi antara institusi pendidikan, industri, organisasi profesi, dan mitra internasional.

Melalui seminar internasional ini, FTUI terus menunjukkan peran aktifnya sebagai institusi pendidikan teknik terdepan yang berkontribusi dalam pengembangan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring akademik internasional di bidang mitigasi bencana dan rekayasa infrastruktur tangguh.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X