Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melanjutkan rangkaian program UI-Insight Visiting Professor pada 19 Juni 2026. Agenda akademik hari kelima ini kembali menghadirkan Profesor Madya Ts. Dr. Muhamad Bin Mat Noor, P.Tech. dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA). Pada sesi kali ini, kuliah umum berfokus pada strategi peningkatan produktivitas publikasi ilmiah dan pengembangan buku riset akademik. Kajian ini sangat relevan untuk mendukung pengembangan kapasitas riset institusi pendidikan yang selaras dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dalam pemaparannya, Profesor Madya Muhamad Mat Noor menekankan bahwa publikasi ilmiah baik dalam bentuk jurnal, prosiding konferensi, maupun buku riset merupakan instrumen utama bagi seorang akademisi untuk mendiseminasikan pengetahuan baru dan membuktikan kepakarannya. Mengacu pada kerangka penilaian Malaysia Research Assessment (MyRA), kuantitas dan kualitas publikasi menjadi indikator penentu dalam mengukur keunggulan serta kemampuan inovasi sebuah institusi pendidikan tinggi. Beliau menyoroti bahwa banyak peneliti kesulitan menghasilkan tulisan akibat buruknya manajemen waktu, seperti terjebak pada kuadran tugas yang tidak mendesak dan tidak penting (busy work), sehingga kehilangan momentum untuk menulis secara konsisten.
Untuk memecahkan kebuntuan tersebut, beliau membagikan kerangka produktivitas strategis yang mengharuskan akademisi untuk mengubah pola kerja mereka. Alih-alih melakukan penulisan secara sporadis (binge-writing), peneliti disarankan untuk membangun rutinitas harian yang terstruktur, menerapkan manajemen kolaborasi untuk mempercepat siklus revisi manuskrip, serta cerdas memanfaatkan peluang pendanaan global (seperti Erasmus+ atau Horizon Europe). Strategi tersebut diyakini mampu meningkatkan keluaran (output) publikasi untuk menembus jurnal bereputasi tinggi yang terindeks secara ketat di pangkalan data internasional, seperti Web of Science (WoS) dan Scopus.
Selain bedah strategi jurnal, kuliah ini juga mengupas secara komprehensif mengenai transformasi tesis akademik menjadi buku riset (Research Books) atau buku populer (buku umum). Profesor Madya Muhamad Mat Noor menegaskan bahwa tesis doktor atau magister tidak seharusnya dibiarkan menjadi tumpukan dokumen berdebu di perpustakaan. “Melalui modifikasi struktural sekitar 20% hingga 50% untuk buku riset dan hingga 80% untuk buku populer tesis tersebut dapat diadaptasi menjadi monograf profesional. Proses adaptasi ini, asalkan diterbitkan melalui lembaga resmi yang diakui seperti penerbit universitas, tidak hanya akan memperluas jangkauan keilmuan kepada masyarakat umum, tetapi juga diakui sebagai poin kontribusi yang valid dalam penilaian kinerja akademik,” jelas Profesor Madya Muhamad Mat NoorMat Noor.
Menutup sesi perkuliahan, ditekankan pula bahwa kewajiban publikasi ini tidak lepas dari tanggung jawab holistik seorang akademisi yang terangkum dalam prinsip “7P”, di mana penerbitan berdampingan erat dengan unsur pengajaran dan penyelidikan (riset). Profesor Madya Muhamad Mat Noor mengingatkan bahwa produktivitas sejati bukanlah semata-mata tentang mengejar kuantitas metrik semata, melainkan bagaimana seorang peneliti mampu memberikan kontribusi yang bermakna dan berkelanjutan bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, para peserta didorong untuk senantiasa mematuhi standar etika publikasi, menghindari jebakan jurnal predator, dan segera mentransformasikan hasil penelitian mereka menjadi karya yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia



