Akademisi Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTI FTUI) Dr.rer.pol. Romadhani Ardi S.T., M.T berkolaborasi dengan Kalananti, startup company yang didirikan oleh alumni DTI FTUI, memperkenalkan sebuah permainan sains interaktif Edubox bernama “Cardboard Roll Entrepreneurship Product”. Permainan ini mampu mengajarkan konsep Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM secara menarik kepada anak-anak. Sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat (pengmas), Romadhani bersama tim dari Kalananti, dan para mahasiswa FTUI terjun langsung mengajak anak-anak yatim piatu untuk belajar sekaligus bermain menggunakan permainan edubox tersebut. Kegiatan pengmas berlangsung di Yayasan Benih Kebajikan Nusantara (YKBN) Alhasyim, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/11). Sebanyak 40 orang anak asuh di YKBN Al-Hasyim, dengan rentang umur usia sekolah 9-12 tahun, berpartisipasi pada kegiatan edukasi interaktif ini.

Menurut Romadhani, kegiatan ini berangkat dari keprihatinan akan dampak negatif yang timbul akibat terekspos penggunaan gawai pintar. Selain itu, Tim Pengmas DTI FTUI juga ingin memberi solusi atas keterbatasan akses dan sarana pendidikan kreatif bagi anak-anak di Indonesia, terutama pada anak-anak yatim yang rentan putus sekolah.

Tujuan dari pengmas adalah untuk memperkenalkan metode pembelajaran STEM yang menarik dan efektif bagi anak-anak dengan menggunakan pendekatan “berpikir desain”. Penggunaan Edubox dalam proses belajar dapat meningkatkan minat belajar dan kreativitas pada anak. “Kami ingin kedepannya anak-anak Indonesia menjadi anak yang kreatif dan mampu berpikir out of the box. Permainan ini terbukti sangat menantang dan menarik, serta mendorong anak-anak untuk belajar membangun sebuah produk. Kami juga menyertakan lembar instruksi serta video pembelajaran untuk memudahkan para guru atau orang tua untuk memahami permainan ini dan dapat membantu anak-anak dalam penggunaannya,” kata Romadhani.

“Permainan Edubox ini bertemakan kewirausahaan. Setiap peserta atau pemain memperoleh kotak modal yang berisi tiga jenis produk. Produk tersebut nantinya dapat ditukar dengan poin yang disebut harga jual. Semakin kompleks dan banyak produk yang dibuat oleh peserta, maka semakin tinggi poin yang didapat. Setiap kotak dilengkapi dengan material dan instruksi produk. Ada tiga jenis pilihan produk dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Semakin sulit produknya, maka semakin tinggi pula harga jualnya. Peserta bebas untuk membuat produk apapun dari tiga jenis pilihan yang tersedia, sesuai kemampuan dan modal yang ada,” ujar Romadhani terkait permainan Edubox.

Di akhir permainan, panitia yang terdiri dari Tim Pengmas DTI FTUI, tim Kalananti, dan perwakilan YKBN Al-Hasyim menilai berapa nilai jual yang dihasilkan masing-masing kelompok untuk dicari siapa yang bisa menjual produknya dengan harga tertinggi. Peserta dengan hasil terbaik akan mendapatkan hadiah tambahan.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan hibah dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM UI). Dalam pelaksanaannya, Tim Pengmas FTUI menjalankan dengan metode daring dan luring dengan tetap mematuhi segala protokol kesehatan yang ada. Salah satunya dengan membatasi jumlah tim maupun peserta yang hadir agar tetapi menjaga keamanan dan kesehatan semua pihak.

FacebookTwitter
X