id
id

Doktor FTUI buat Model Rancangan Proses untuk Tingkatkan Keberhasilan Pengembangan Produk pada Perusahaan Mikro, Kecil dan Menengah

Pengembangan produk baru (New Product Development/NPD) merupakan hal yang krusial untuk pertumbuhan dan keberlangsungan sebuah perusahaan baik perusahaan besar (large enterprise) maupun perusahaan mikro, kecil, dan menengah (Small Medium Enterprise/SME). Namun meskipun NPD merupakan hal yang penting, meningkatkan keberhasilan NPD untuk menjadi suatu produk yang sukses masih merupakan sebuah tantangan bagi perusahaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa NPD masih memiliki risiko kegagalan yang cukup tinggi, yaitu sekitar 24-48%.

DI Indonesia, terutama bisnis SME, pemahaman akan pentingnya NPD serta formalisasi proses NPD masih tergolong rendah. Padahal berdasarkan Kemenkop UKM & TNP2K, sebagian besar kesulitan bisnis SME berkaitan dengan NPD. Hal menjadi latar belakang Muhammad Iqbal melakukan penelitian disertasinya yang berjudul “Model Perancangan Proses Pengembangan Produk Berbasis Hybrid-Agile-Stage-Gate Untuk Technology-Based SME.” Pada penelitiannya, Iqbal mengambil fokusan NPD pada sektor Technology-Based yang mana menjadi salah satu sektor penting dalam SME seiring dengan terus berkembangnya teknologi.

“Beberapa kendala yang dihadapi Technology-Based SME dalam melakukan NPD adalah kurangnya sumber daya yang dimiliki untuk melakukan pengembangan produk, waktu pengembangan, dan validasi ide serta penggalian peluang produk yang kurang rinci. Secara garis besar, hal ini terjadi karena belum adanya alur proses NPD yang lengkap dn terstruktur untuk dapat dijadikan pedoman keseluruhan tahapan NPD,” ujar Iqbal dalam presentasi singkat disertasinya.

Dengan adanya rancangan dan implementasi NPD yang baik, hal ini akan mengurangi resiko-resiko kendala pada NPD. Ada tiga aspek penting dalam merancang proses NPD untuk suatu model, yakni mengikuti metode perancangan proses NPD, mempertimbangkan fokus proses NPD yang telah dirancang, dan mereprentasikan hasil rancangan proses tersebut. Dalam penelitian ini, Iqbal menyampaikan bahwa model perancangan proses NPD untuk Technology-Based SME terdiri dari tahapan perancangan proses NPD dan domain dari tahapan NPD. Fokus proses NPD dilakukan dengan pendekatan Hybrid-Agile-Stage-Gate. Sementara representasi proses berhubungan dengan sequencing and scheduling, decomposition, lead time, review timing, dan parallelism.

Berdasar implementasi model yang dikembangkan pada studi kasus, kemudian Iqbal dapat merancang sebelas proses NPD. Hasil evaluasi dari implementasi rancangan proses NPD yang telah dibuat Iqbal menunjukkan skor NPD rata-rata meningkat sebesar 28,22% dibandingkan dengan skor NPD saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa proses NPD yang lengkap dan terstruktur mampu memberbaiki praktik NPD yang telah dilakukan sebelumnya.

“Penelitian ini menghasilkan sebuah model perancangan proses NPD yang dapat membantu Technology-Based SME untuk merancang proses NPD yang relevan dengan situasi yang dihadapinya. Model ini perlu dipandang bukan hanya sebagai cara untuk memperoleh dokumen prosedur proses NPD, namun diharapkan dapat menjadi sebuah sarana memperoleh keberhasilan NPD,” ujar Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU, Dekan FTUI terkait penelitian ini.

Disertasi penelitian mengenai model perancangan proses NPD untuk Technology-Based SME berhasil mengantarkan Muhammad Iqbal meraih gelar doktor pada tanggal 10 Januari 2023. Iqbal tercatat sebagai lulusan doktor ke-17 Departemen Teknik Industri dan ke-496 Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Sidang Promosi ini dipimpin oleh Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU, dengan promotor Prof. Dr.-Ing. Amalia Suzianti, S.T., M.Sc. dan ko-promotor Prof. Dr. Akhmad Hidayatno, S.T., MBT. Sementara tim penguji terdiri dari Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, MSc, PhD.; Dr. Komarudin, ST, MEng.; Dr. Dida Diah Damajanti, ST, MEngSc.; Dr. Andri Dwi Setiawan, ST, MSc.; dan Dr. Armand Omar Moeis, ST, MSc.

***

Biro Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X