Pengukuran aksesibilitas dapat didefinisikan dalam berbagai aspek tergantung pada tujuan pengukurannya. Definisi aksesibilitas paling sering dipakai adalah “Potensi peluang untuk interaksi” dan salah satunya digunakan untuk mengukur kemampuan suatu tempat untuk dicapai. Di Indonesia, penilaian aksesibilitas digunakan sebagai suatu standar pelayanan kinerja jaringan jalan dan digunakan sebagai indikator pengukuran ketersediaan jalan yang menghubungan pusat-pusat kegiatan dalam wilayah kabupaten/kota. Pada penelitian ini aksesibilitas digunakan sebagai alat ukur untuk mengoptimalkan pemeliharaan jaringan jalan sehingga mempermudah suatu tempat untuk dicapai. Tujuan dari peneitian ini adalah mnegembangkan model optimasi penanganan jaringan jalan berdasarkan pengukuran aksesibilitas dan efektifitas maksimum dari pemeliharaan jalan tersebut. Dua model optimasi digunakan dalam penelitian ini yaitu Full Enumeration dan Bi-Level Generic Algorithm. Incremental Cost-Effectivenenss Ratio (ICER) maksimum kemudian dihitung untuk mendapatkan kondisi paling efektif. Aksebilitas maksimum terjadi pada biaya pemeliharaan yang mendekati anggaran. Kondisi efektif muncul ketika persentase penurunan biaya lebih tinggi daripada persentase nurunan aksebilitas.

Dr. Nahdalina berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan para penguji yang terdiri dari Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono M.Eng., Dr. Ir. Tri Tjahjono M.Sc., Ir. R. Jachrizal Sumabrata, M.Sc (Eng, Ph.D., Andyka Kusuma, ST., M.Sc, Ph.D., Dr. Ir. Endang Widjajanti, MT., dengan Promotor Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA dan Ko Promotor Dr. Ir. Nahry MT. (14/1/2019).

FacebookTwitter
X