id
id

FTUI Sambut 40 Mahasiswa dari University of Queensland dalam Program Kerjasama New Colombo Plan

Fakultas Teknik UI terpilih untuk menjadi tuan rumah pada program kerjasama New Colombo Plan (NCP) dibawah nauangan kerjasama Universitas Indonesia (UI) dengan University of Queensland (UQ) yang telah terjalin selama lebih dari 10 tahun. Dengan mengusung tema ‘Engineering closer ties to Indonesia: Exploring Chemical Engineering in Indonesia’, rangkaian program NCP tengah dilangsungkan sejak tanggal 28 Januari hingga 12 Februari 2023. Sebanyak 40 Mahasiswa Faculty of Engineering, Architecture, and Information Technology University of Queensland (EAIT-UQ) terlibat sebagai peserta dalam program ini.

New Colombo Plan merupakan program prakarsa unggulan Pemerintah Australia, yang menawarkan beasiswa bergengsi dan dana hibah bagi sarjana muda Australia – salah satunya adalah University of Queensland – untuk berkesempatan tinggal, belajar, dan mengikuti magang/pelatihan di kawasan Indo-Pasifik. Saat berada di Indonesia, mahasiswa-mahasiswa ini dapat memperluas relasi dan pertemanan, memperdalam hubungan Australia di wilayah tersebut, serta memastikan adanya tenaga kerja Australia di wilayah tersebut kedepannya.

Pembukaan program NCP dilaksanakan pada 30 Januari 2023. Dalam sambutan pembuka, Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng. selaku Dekan Fakultas Teknik UI menyelipkan harapannya tekait program NCP, “Meskipun durasi program ini hanya berlangsung selama dua minggu, dengan berbagai pelaksanaan kegiatan di lingkungan Universitas Indonesia maupun diluar Universitas seperti kunjungan industri, pelatihan budaya dan bahasa, kami harap program ini dapat menambah pengalaman dan wawasan dari sisi yang berbeda bagi para mahasiswa. Kami harap kerjasama yang telah terjalin akan tetap dapat memberikan banyak manfaat bagi kedua negara, Indonesia dan Australia.”

“Program ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa kami untuk mempelajari hal-hal baru dengan kultur yang berbeda. Pengalaman yang akan mahasiswa kami dapatkan merupakan pengalaman yang saya harap dahulu bisa saya dapatkan saat masih menjadi mahasiswa. Seperti tema yang dibawakan yakni engineering closer ties to Indonesia, program ini dibuat dalam rangka mempererat hubungan antara Australia – Indonesia, dan 40 mahasiswa yang hadir pada kesempatan ini akan menjadi agent of change dalam berlangsungnya proses ini,” kata Prof. Justin Cooper-White selaku Head of School of Chemical Engineering UQ.

Kegiatan minggu pertama dimulai dengan tur Universitas Indonesia, bincang akademik, kunjungan labolatorium Departemen Teknik Kimia serta i-CELL FTUI, proyek riset, dan studi kasus. Kegiatan bincang akademik dilakukan selama 3 hari bersama Dr. Ir. Dijan Supramono, M.Sc., Habiburrahman, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Prof. Ir. Kamarza Mulia, M.Sc., Ph.D dengan topik yang berbeda tiap harinya di Smart Classroom gedung GK. Pada kegiatan studi kasus dan proyek riset, mahasiswa-mahasiswa UQ dibagi kedalam beberapa kelompok kecil bersama dengan beberapa mahasiswa Departemen Teknik Kimia FTUI.

“Pada minggu kedua, kegiatan difokuskan pada kunjungan ke beberapa kawasan industri mitra FTUI, antara lain PT Pertamina Gas Negara (PGN), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART), dan PT Tata Metal Lestari,” jelas Prof. Dr. Ir. Harinaldi, M.Eng. selaku Kepala Unit Modernisasi dan Internasionalisasi Pendidikan FTUI.

Pada kunjungan industri ke PT PGN, mahasiswa diberikan wawasan mengenai sejarah dan informasi seputar PT PGN yang merupakan perusahaan negara yang bergerak di bidang gas bumi. Para mahasiswa juga diperkenalkan dengan gedung MCS dan Zona Merah yang terdapat di cabang PGN Bojonegara, Serang, Banten. Kunjungan industri pada hari selanjutnya dilaksanakan di PT SMART yang terletak di Jakarta Utara. PT SMART merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia yang bersifat publik produk konsumen berbasis kelapa sawit. Kunjungan industri diakhiri di hari ketiga dengan perjalanan ke salah satu industri hijau kawasan Bekasi, yakni PT Tata Metal Lestari. Dalam kunjungan ini, para mahasiswa dibagi menjadi 4 grup untuk berkeliling ke dalam pabrik dan mendapatkan banyak materi mengenai industri baja lapis aluminium seng.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Bambang Heru Susanto, ST., MT selaku ketua Departemen Teknik Kimia FTUI menyampaikan output yang diharapkan dari kegiatan kunjungan industri, “Harapannya mahasiswa-mahasiswa dari University of Queensland ini mengetahui bahwa di Indonesia terdapat industri-industri strategis yang dapat mereka pelajari dan dapat mereka jadikan salah satu pilihan tempat untuk magang atau internship nantinya, karena Indonesia terbuka untuk magang dari mahasiswa asing yang universitasnya memiliki kerjasama dengan kita”.

Selain kegiatan akademik, para mahasiswa juga mengikuti kegiatan pelatihan terkait budaya dan bahasa Indonesia antara lain tari kontemporer, canting batik, anyaman wayang dari batang singkong, tanam padi, pembuatan tembikar, serta membawakan beberapa instrumen khas nusantara. Di hari-hari tertentu, para mahasiswa juga berkunjung ke beberapa tempat wisata budaya seperti Monas, Museum, dan Kota Tua.

Penutupan Program NCP berlangsung pada 10 Januari 2023 di Damar Langit Resort, Cisarua, Bogor. Dalam acara ini, mahasiswa-mahasiswa UQ mempresentasikan hasil dari kegiatan akademik yang telah dilaksanakan. Selain itu, para mahasiswa juga mementaskan tari kontemporer yang telah dipelajari beberapa hari lalu. Puncak acara penutupan dilangsungkan dengan foto bersama dan pengumuman berbagai penghargaan untuk mahasiswa.

Prof. Dr. Ir. Yanuar, M.Eng., M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan menyampaikan sambutan dalam acara penutupan, “Pada penghujung acara ini, semoga apa yang telah kalian dapatkan selama dua minggu dapat membantu kalian kedepannya. Kami harap kalian dapat membawa semua kenangan dan pengalaman terbaik yang tidak ternilai saat kembali ke Australia.”

“Mewakili mahasiswa UQ, saya berterimakasih atas sambutan hangat yang telah diberikan oleh Universitas Indonesia selama dua minggu ini. Kami memiliki banyak kenangan indah dari kegiatan-kegiatan yang telah berlangsung. Mulai dari kegiatan akademik, riset, hingga kegiatan kultural seperti menari dan membuat tembikar. Seperti yang pernah disampaikan Prof. Justin, semoga ikatan diantara kedua negara tetap dapat berlanjut” ujar Lachlan, salah satu mahasiswa UQ.

***

Biro Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X