Fakultas Teknik Universitas Indonesia bekerjasama dengan Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE-PII) menyelenggarakan seminar daring.  Acara yang diselenggarakan pada Kamis, 27 Agustus 2020 ini mengangkat tema Quality Assurance in International Accreditation  of Engineering Education: Present & Future. Seminar ini dibuka oleh Dekan FTUI, Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng. dan Chairman of Executive Committee IABEE-PII, Prof. Dr. Ing. Misri Gozan, IPU dan menampilkan empat pembicara utama.

Pembicara pertama, Prof. Dr. Ir. Muhammad Romli sebagai IABEE- PII Chair of International Committee membawakan presentasi berjudul “IABEE Accreditation System towards Washington Accord Signatory“. Dalam presentasinya, beliau menyampaikan sejarah berdirinya IABEE dan perjalanan IABEE hingga saat ini. Prof. Romli juga menjelaskan kriteria yang digunakan oleh IABEE, proses akreditasi program studi oleh IABEE, persyaratan yang harus dipenuhi oleh program studi untuk mendapatkan akreditasi IABEE. Di bagian akhir, Prof. Romli memberikan strategi yang dapat digunakan oleh program studi untuk meraih akreditasi IABEE.

Pembicara kedua, Dr. Lincoln A Wood dari Engineers Australia membawakan presentasi berjudul “Accreditation as Assurance for Professional Practice: Coping With Sudden Change”. Dalam presentasinya, Dr. Lincoln menyampaikan bahwa pendidikan tinggi harus bersiap dalam menghadapi perubahan yang dapat terjadi secara tiba-tiba, seperti Covid-19. Covid-19 memberikan perubahan besar kepada institusi pendidikan dalam menyampaikan pengajaran. Salah satu cara untuk menghadapi perubahan yang mungkin terjadi adalah dengan menerapkan Risk Management.

Pembicara ketiga, Dr Yasuyuki Aoshima menjabat sebagai Advisor to JABEE International Affairs Division membawakan presentasi berjudul “JABEE’s Lessons Learned for the future of International Accreditation in Engineering”. Dalam presentasinya, Dr. Aoshima menyampaikan perjalanan JABEE sejak didirikan hingga saat ini, termasuk di dalamnya hubungan antara JABEE, ABET, Washington Accord and International Engineering Alliance. Beliau menjelaskan betapa pentingnya akreditasi bagi program studi, antara lain untuk meningkatkan kualitas program studi, pengakuan international, mendorong outcome based education dan pertanggung-jawaban kepada masyarakat.

Pembicara terakhir, Prof. Dato’ Ir. Dr. Hassan Basri dari Board of Engineers Malaysia (BEM) membawakan presentasi berjudul “The BEM Experience On Accreditation Of Engineering Programmes”. Prof. Hassan Basri menyampaikan peran BEM dalam pendidikan engineering di Malaysia serta penjelasan mengenai profesi engineer di Malaysia. Hal menarik yang disampaikan adalah Prof. Hassan Basri adalah adanya engineering team yang berisikan engineers, engineering technologist dan inspectors of works (technicians/Teknisi). Beliau juga mendorong vocational education agar dapat dikembangkan lebih baik karena apa yang dikerjakan oleh engineer berbeda dengan apa yang dikerjakan oleh engineering technologist.

Tayangan Seminar Online ini dapat disaksikan melalui Youtube Channel Resmi FTUI di tautan: https://youtube.com/FakultasTeknikUI_official

FacebookTwitter
X