Lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meraih prestasi membanggakan pada ajang SPE Universiti Teknologi Malaysia SC Intellectual Day (SID) 2021 yang diselenggarakan secara daring pada tanggal 22 Mei 2021 yang lalu oleh Society of Petroleum Engineers Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

Juan Khosashi, Angelina Grace, Evan Fadhil Nurhakim, dan Jonathan Tjioe dari Program Studi Teknik Kimia FTUI serta Jason Palenewen dari Program Studi Teknik Bioproses FTUI, berhasil meraih Juara Pertama pada International Oil Rig Design Competition dan Above and Beyond Winner of International Oil Rig Design Competition. Tim FTUI berhasil mencapai babak final dan berkompetisi dengan lima tim finalis lainnya.

“Pada babak penyisihan, finalis dipilih melalui seleksi rancang biru oil rig yang telah dikirimkan sebelumnya berdasarkan tema kompetisi, Assembling Inventive Smart Offshore Technology to Embrace Energy Industry Transformation. Setelah finalis terpilih, masing-masing tim diminta untuk mempresentasikan rancangan desainnya diahadapan dua orang juri professional yang berasal dari perusahaan migas ternama,” ungkap Juan terkait teknis perlombaan yang diikuti timnya.

“Sebelumnya tim kami telah mengikuti dan menjuarai beberapa perlombaan oil rig design competition di Indonesia. Pada level kompetisi internasional ini kami membawa inovasi Albatros Valkyrie. Para juri sangat tertarik dengan keseluruhan rancangan rig kami dan sangat dengan senang hasil dari perhitungan ekonomi dari tim kami. Kami merasa bangga bisa mengharumkan nama UI di kancah internasional,” lanjut Angel.

“Salah satu tantangan dari perlombaan ini adalah tidak adanya ketentuan terkait oil/gas field yang akan ditinjau. Sehingga kami harus memilih sendiri field yang sesuai dengan rancangan rig kami dan juga memiliki potensi keuntungan yang menarik dan menjanjikan. Kami memutuskan untuk memilih Sakarya Gas Field yang terletak di perairan Laut Hitam. Field ini kita pilih karena kandungannya yang hampir seluruhnya adalah gas, dimana ini akan sangat menguntungkan bagi rancangan rig kami yang mengkonsumsi gas alam sebagai bahan bakar utamanya,” jelas Evan terkait pemilihan oil/gas field timnya.

“Tantangan selanjutnya adalah keterbatasan waktu dalam babak presentasi yakni hanya 10 menit. Pada perlombaan sebelumnya di OGIP 2021, kami diberikan 15 menit untuk presentasi. Sehingga, kami harus memikirkan cara untuk tetap menjelaskan keseluruhan konten presentasi pada waktu yang sangat singkat tersebut. Kami akhirnya merubah total struktur presentation slides kami dan menambah animasi sehingga mempermudah para juri untuk memahami penjelasan kami,” jelas Jonathan.

“Motivasi utama kami dalam mengikuti perlombaan ini adalah untuk mencoba hal yang baru dengan berkompetisi pada skala internasional. Dengan membawa nama bangsa Indonesia dan nama besar Universitas Indonesia, kami terpacu untuk memberikan hasil yang terbaik dari segi perancangan design rig, penyusunan blueprint, maupun presentasi pada main event. Kami berharap dengan mengikuti kompetisi ini, kami dapat semakin semangat dalam mengasah kemampuan diri dan terus berusaha yang terbaik untuk membanggakan nama fakultas, universitas, maupung bangsa Indonesia,” tutup Jason.

Video dari rig Tim FTUI pada SPE Universiti Teknologi Malaysia SC Intellectual Day (SID) 2021 dapat dilihat pada link berikut: bit.ly/VideoAlbatrosSID.

 

 

FacebookTwitter
X