Thimotius Sebastian Manurung, Khansa Salsabila, dan Khalisa Gina Iswara, mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meraih Juara Pertama pada Civilphoria Competition. Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam tim Foreldrelos dibawah bimbingan dosen Departemen Teknik Sipil FTUI, Dr. Rossy A. Machfudiyanto S.T., M.T., menyusun sebuah makalah “Estimasi Biaya Pekerjaan Pembangunan Gedung Puskesmas Banjarbaru”.

Berkat makalah tersebut, tim Foreldrelos berhasil meraih Juara Pertama pada Civilphoria Competition yang merupakan suatu kompetisi Estimasi Biaya Proyek Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan. Pelaksanaannya berlangsung dari tanggal 2 Agustus-9 Oktober 2021.

Pada kompetisi ini, tim diberikan data gambar dan excel mengenai suatu pembangunan gedung oleh penyelenggara. Kemudian, setiap tim memperhitungkan estimasi biaya dan waktu yang dibutuhkan dalam pembangunan proyek secara efektif dan efisien dengan tetap memperhatikan mutu yang dihasilkan. Lomba ini terdiri dua rangkaian, yaitu tahap proposal dan tahap presentasi tim. Pada tahap presentasi terdapat juri yang akan menanyakan terkait hasil perhitungan yang telah setiap tim rancang.

“Kami menyusun makalah Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Banjarbaru dan membuat estimasi biaya proyek, penjadwalan, metode pelaksanaan, sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja proyek. Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Banjarbaru memiliki luas lahan 1170 m2dengan luas bangunan sebesar 1441,395 m2. Kami berencana membangun puskesmas yang terdiri dari dua lantai dan berlokasi di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Thimotius Sebastian Manurung, ketua tim Foreldrelos.

“Dari hasil Perencanaan Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Banjarbaru yang kami lakukan, perkiraan biaya proyek sebesar Rp. 7.030.148.948. Dalam makalah, kami menjelaskan pengerjaan proyek dengan metode pelaksanaan yang diuraikan secara runtun dan sistematis serta diringkas dalam Work Breakdown Structure, berawal dari pekerjaan pendahuluan hingga pekerjaan plumbing, ” kata Khansa Salsabila.

“Berdasarkan rancangan ini, kami memperkirakan durasi perencanaan Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas diestimasikan selama 25 pekan atau 175 hari kerja yang berdasarkan pada paket pekerjaan dan analisis tingkat bahaya sesuai dengan matriks risk assassment. Pada penentuan estimasi biaya suatu proyek, harga satuan yang digunakan mengikuti ketentuan harga satuan dasar pada peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Hal ini perlu dikembangkan dan disesuaikan kembali dengan kondisi proyek lainnya apabila ingin melakukan estimasi biaya proyek puskesmas di daerah lainnya.” ujar Khalisa Gina Iswara.

***

Biro Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia

FacebookTwitter
X