Dua Tim mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meraih juara pertama dalam “1st IndiHome Business Case Competition” yang diadakan oleh sebuah perusahaan telekomunikasi di Indonesia, Indonesia Digital Home (IndiHome) dan meraih juara kedua pada “Petrolida 2021 Business Case Competition”kompetisi yang diselenggarakan oleh Society of Petroleurn Engineers ITS Student Chapter.

Tim Noobtastic yang terdiri dari tiga mahasiswa FTUI mempresentasikan usulan perencanaannya dengan judul “Strategi IndiHome untuk Memenangkan Pandemi Covid-19 dan Bertahan dari 5G”. Atas usulan dan ide tersebut, Dharma Saputra (Teknik Industri 2017), Kenny Anderson (Teknik Industri 2017), dan Sauqi Malikal Mahira (Teknik Industri 2017) berhasil menyabet juara pertama di “1st IndiHome Business Case Competition”.

“Kami melakukan analisis SWOT untuk mempertimbangkan faktor internal IndiHome baik dari segi kekuatan maupun kelemahannya, serta faktor eskternal seperti peluang dan ancaman yang mungkin bisa terjadi. Dari analisis space matrix dapat ditarik kesimpulan bahwa karakteristik IndiHome lebih kuat pada aspek strength dan opportunity, dengan rancangan solusi kami di antaranya adalah IndiHome Teman Belajar, IndiHome Inkubator Bisnis, dan Peningkatan Service Level IndiHome,” ujar Sauqi Malikal pada presentasinya di babak final.

Solusi pertama yang ditawarkan adalah IndiHome Teman Belajar (ITB). IndiHome Teman Belajar (ITB) ditujukan untuk para siswa yang sedang melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan mengalami kesulitan untuk mengakses internet. Bisnis model untuk IndiHome Teman Belajar (ITB) berupa kerja sama antara IndiHome dan para siswa yang akan dijembatani oleh sekolah negeri. Targetnya akan ada peningkatan pelanggan sebesar 21% dari program ini.

Solusi kedua, yaitu IndiHome Inkubator Bisnis (IIB). Program ini menyasar para content creator, atlet e-sport, pemiliki production house, dan pemilik UMKM. berskala kecil. IndiHome Inkubator Bisnis berusaha menjaring ide kreatif para content creator. Kemudian para content creator akan mendapatkan pembinaan, pendanaan, peralatan, dan infrastruktur.

Ajang “IndiHome Business Case Competition” merupakan acara yang baru pertama kali dilakukan oleh IndiHome. Acara ini berlangsung secara virtual sejak 5 Oktober 2020–4 Februari 2021 dan diikuti oleh 15 tim pada putaran final.

Juri pada babak final kompetisi ini adalah Prof. Dr. Ir. Marsudi W. Kisworo selaku President Commisioner PT Telekomunikasi Indonesia dan Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA. Selaku Chairman of ID-SIRTII. Acara ini berlangsung secara virtual sejak 5 Oktober 2020–4 Februari 2021 dan diikuti oleh 15 tim pada putaran final.

Selanjutnya, Tim mahasiswa (FTUI) yang tergabung dalam Tim Mipan Zuzuzu meraih juara kedua “Petrolida 2021 Business Case Competition” terdiri dari Gilang Rayhan Akbar (Teknik Industri 2019), Fauzia Hafida (Teknik Industri 2019), dan Muhammad Aldi R. K. (Teknik Industri 2019).

“Pada tahap semifinal kami mengusulkan paper dengan judul ‘BBC Bank Transaction Enchanchement: Intergrated AI predictive Solution for Market Expansion and Financial Management’. Kemudian, pada tahap final paper itu dipresentasikan dengan informasi studi kasus tambahan. Studi kasusnya berupa BBC Bank ingin mengakuisisi perusahaan P2P Lending cicil.co.id, objektif utamanya untuk membuat adjustments dari strategi sebelumnya untuk bisa cocok dengan target pasar dan bisnis cicil.co.id itu.” kata Gilang Rayhan Akbar selaku ketua tim.

Pada kompetisi yang digelar pada 14 Januari—6 Maret 2021, tim ini mengusulkan beberapa alternatif strategi dan solusi untuk menjawab permasalahan yang ada. Strategi ini dibagi menjadi dua, yaitu strategi konsentris dan Strategi Intensif.

Pada strategi konsentris akan difokuskan pada peningkatan dan perbaikan menyeluruh BCC Bank antara lain meningkatkan inisiatif R&D karyawan dalam berinovasi di Digital Banking, Good Corporate Governance (GCG) image dengan program, performa Human Resource (HR) melalui pemberdayaan softskill, dan Membentuk tim R&D khusus yang menggunakan AI-predictive analytic untuk mengatur keuangan perusahaan.

Kemudian, pada strategi intensif akan difokuskan untuk memperkuat daya tawar terhadap pengguna diimplementasikan melalui pengemasan produk layanan bank dengan tema social-responsibility dan eco-friendly, mengintegrasikan produk fintech dalam bentuk e-wallet, crowdfunding, atau p2p, dan lainnya.

“FTUI selalu mendukung para mahasiswa kami untuk berkompetisi baik di dalam maupun di luar negeri. Kompetisi-kompetisi ini akan mengasah dan memacu semangat berinovasi para mahasiswa sehingga dapat menghasilkan solusi-solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Saya sangat berharap hasil riset dan inovasi yang dipaparkan oleh mahasiswa akan dapat diterapkan kedepannya sebagai bentuk nyata sumbangsih dunia pendidikan pada negara,” tutup Dekan FTUI, Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng.

FacebookTwitter
X