Dua mahasiswa Departemen Teknik Industri FTUI (2019), Eudia Meithilda M.P., dan Salma Mardhiya, bersama kedua timnya berhasil meraih Juara Pertama dan Juara Ketiga pada kompetisi bisnis nasional tahunan, Collegacy Business Case Competition. Eudia tergabung dalam tim Sumatran Tigers dan Salma tergabung dalam tim Miracle. Kedua tim yang masing-masing beranggotakan tiga orang tersebut berhasil melaju ke babak final dan meraih Juara Pertama dan Ketiga.

Tim Miracle yang meraih Juara Pertama beranggotakan Salma Mardhiya, Agesslani Dien A (Universitas Telkom) dan Naufal Irfanto (Institut Teknologi Bandung). Sementara Tim  Sumatran Tigers yang meraih Juara Ketiga beranggotakan Eudia Meithilda M.P., Rio Fernando (Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia) dan Fadel Ramadhan (Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung).

“Kompetisi ini bertujuan agar mahasiswa mampu menyampaikan ide inovatif untuk menjawab tantangan di era yang dinamis ini, terutama dalam bidang tekonologi. Awalnya saya, Eudia dan anggota tim lainnya berkompetisi secara individu. Setelah melalui proses seleksi awal, kami berhasil lolos ke Top 60 individual. Setelah itu secara acak, kami disatukan dengan dua peserta individu lainnya dan membentuk tim Sumatran Tigers dan Miracle,” jelas Salma terkait keikutsertaannya.

Dalam kompetisi kasus bisnis ini, diharapkan para mahasiswa mampu menyampaikan ide inovatif untuk menjawab tantangan di era yang dinamis ini, terutama dalam bidang tekonologi. Sebagai kasus bisnis, seluruh tim yang terbentuk secara acak kemudian diminta untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pegadaian.

Tim Miracle mengusulkan solusi berjudul “Perbaikan Pengalaman Nasabah dengan Integrasi Marketing serta Peningkatan Pengalaman Nasabah untuk menjangkau Pasar yang Lebih Luas”. Solusi yang ditawarkan oleh Salma dan tim adalah Intensifikasi pengalaman nasabah Pegadaian dengan berfokus pada pratransaksi, saat transaksi berlangsung, dan pascatransaksi pada pelayanan Pegadaian secara langsung dan aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS).

“Pada pratransakasi, kami memiliki solusi peningkatan brand awareness nasabah melalui 5A Marketing. Berdasarkan hasil analisis, kami menemukan beberapa hal kendala dari Pegadaian, yaitu brand awareness yang masih kurang dari masyarakat, kurangnya interaksi yang lebih hidup dengan nasabah, minimnya kepercayaan konsumen dengan produk Pegadaian, dan promosi dengan partner yang kurang strategis dan kurang menjangkau target market. Berdasarkan masalah tersebut, kami menawarkan jawaban berupa promosi menggunakan baliho, partnership dengan influencer, membuat fitur Pegadaian Assistant, membuat program bonus saldo bagi pengguna baru, fitur mengundang pengguna baru melalui kode referal, dan membuka sistem Pegadaian Student Ambassador untuk menjangkau nasabah berusia muda.” kata Salma.

“Demi meningkatkan kenyamanan nasabah saat transaksi berlangsung, kami mengusulkan solusi berupa fitur Kalender Komunikatif Interaktif. Fitur ini bertujuan untuk meningkatkan engagements dengan nasabah karena pada sistem sebeumya, kami melihat bahwa komunikasi hanya berjalan satu arah. Selain itu, kami mengusulkan program berupa penyediaan saran produk investasi dan konsultasi finansial.” tambah Agesslani.

“Menurut kami, dalam proses perbaikan pengalaman nasabah, perusahaan tidak boleh luput memperhatikan kenyamanan nasabah setelah transaksi berlangsung. Kepedulian perusahaan setelah proses transaksi selesai, mampu meninggalkan kesan baik di hati para nasabah. Selain itu, program ini dapat menjaga hubungan antara perusahaan dengan nasabah. Tak hanya itu, kami juga mengusulkan untuk dibuatnya program berupa rewards point dan penyediaan kolom feedback yang dapat diisi oleh nasabah pada aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS),” jelas Naufal.

Tim Sumatran Tigers menyampaikan usulan berjudul “Strategi Meningkatkan Nasabah Tanpa Masalah” mencoba menjawab tantangan yang dialami PT Pegadaian berupa pesatnya kemunculan fintech di Indonesia dan bagaimana dapat memaksimalkan aplikasi digital bernama Pegadaian Digital Service (PDS) yang membantu nasabah melakukan transaksi Cicil Emas, Tabungan Emas, Gadai Tabungan Emas, PembayaranTagihan, serta Pengajuan Pembiayaan Usaha Online.

“Usulan kami berfokus pada peningkatkan engagement nasabah existing dengan PDS, usaha-usaha yang dapat dilakukan perusahaan agar target nasabah baru dapat tercapai, dan teknologi yang harus dikembangkan oleh Pegadaian untuk meningkatkan jumlah nasabah baru,” kata Rio.

Tim kami mempresentasikan tiga usulan solusi untuk meningkatkan engagement nasabah existing dengan PDS. Implementasi bentuk Customer Relationship Management (CRM) pada Aplikasi PDS bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah nasabah pengguna PDS. Tiga usulan tersebut, yaitu penambahan metode pembayaran segala jenis transaksi di Pegadaian dapat melalui Gopay, OVO, ShopeePay, membuat fitur Log in berhadiah untuk nasabah dan pengguna PDS, dan penerapan Sistem Poin Tiap Kali Bertransaksi (Loyalty Points),” lanjut Fadel.

Selain memanfaatkan penggunaan PDS, tim Sumatran Tigers juga merekomendasikan solusi untuk mencapai target nasabah baru, khususnya untuk generasi Z. Pendekatan yang dilakukan untuk menggaet generasi Z adalah dengan menggunakan konten media sosial, menyelenggalarakan acara Pegadaian Goes To School or Campus, Program #TajirSebelum2. Selain itu tim juga mengusulkan agar Pegadiaan melakukan ekspansi bisnis model dengan menambahkan stakeholder baru dalam bisnis modelnya, yakni pengadaan pihak Borrower sebagai pemasok dana pinjaman. Nantinya apabila Lender tidak dapat menebus agunan, maka agunan tersebut akan menjadi milik Borrower (dengan syarat spesifikasi agunan tertentu).

Kedua tim berharap bahwa usulan dan solusi yang dipresentasikan dapat membantu Pegadaian tetap berada pada masa kejayaannya sebagai layanan usaha gadai kepercayaan masyarakat Indonesia untuk mengatasi masalah tanpa masalah. Collegacy Business Case Competition merupakan lomba bisnis tahunan yang diadakan oleh Collegacy Bandung ini, diselenggarakan pada 11—20 Juni 2021 dan diperuntukkan bagi mahasiswa-mahasiwa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

 

FacebookTwitter
X