DSC_0522 (3372 x 2250) DSC_0544 (3372 x 2250)

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan energi terbarukan, salah satunya dalam bentuk mobil listrik, Pertamina menyerahkan hibah kendaraan listrik kepada Universitas Indonesia yang kemudian akan dikelola Departemen Teknik Mesin FTUI.

Penyerahan hibah dilakukan langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dan diterima langsung oleh Pejabat Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis dan kemudian diserahkan kepada Wakil Dekan I FTUI, Dr. Asvial, M.Eng yang  dilakukan bersamaan dengan acara pembukaan seleksi provinsi Olimpiade Sains Nasional VII (OSN) pada tanggal 25 September 2014 di gedung Balairung UI.

Salah satu teknik pengembangan kendaraan listrik yang dikenal dalam industri otomotif dunia adalah dengan melakukan teknik konversi tenaga penggerak kendaraan yang sebelumnya menggunakan mesin konvensional (menggunakan BBM) dengan motor listrik yang dimaksudkan agar dapat fokus dalam pengembangan sistem penggerak baru ini tanpa direpotkan oleh kendala teknis lain yang mungkin timbul dari sistem-sistem pada kendaraan semisal sistem rem, sistem kemudi, sistem suspensi dan sistem lainnya mengingat kendaraan yang digunakan sebagai basis tersebut sudah memiliki kehandalan teknis yang teruji.

Kendaraan konversi listrik yang diberikan oleh pihak Pertamina kepada Universitas Indonesia berjenis Muti Purpose Van atau disingkat MPV berukuran besar dengan dimensi panjang 4850 mm, lebar 1800 mm, tinggi 1930 mm dan memiliki berat kosong sekitar 1750 kg yang dilengkapi dengan 7 buah kursi berukuran besar untuk memberikan kenyamanan optimal terhadap pengemudi dan penumpang.

Motor listrik yang digunakan sebagai penggerak kendaraan berkekuatan 180 HP (135 KW) yang ditenagai oleh batere lithium ion CA 180 AH, 3.2 V, 60 KWH dan memerlukan waktu pengisian batere dari kosong hingga penuh selama 7 jam. Dalam kondisi normal dan batere berkapasitas penuh, kendaraan ini dapat menempuh jarak sekitar 120 KM dan jarak tempuh ini bervariasi tergantung pada beberapa hal seperti antara lain cara mengemudi, kondisi cuaca, kondisi jalan dan berat muatan yang diangkut oleh kendaraan.

Dengan diterimanya kendaraan konversi listrik ini oleh Universitas Indonesia, maka diharapkan mampu mempercepat penguasaan teknologi kendaran listrik di tanah air, khususnya yang sangat mendesak adalah terkait dengan membuatan usulan regulasi teknis kendaraan listrik kepada pemerintah yang memang hingga saat ini belum ada, sebab tanpa regulasi ini, maka kendaraan listrik belum bisa untuk dioperasikan di jalan umum selayaknya kendaraan konvensional.  (DTM FTUI)

FacebookTwitter
X