id
id

ProfCast FTUI Episode 7: Ekstrak Kulit Manggis

ProfCast FTUI episode 7 kembali menghadirkan tamu spesial. Beliau merupakan Guru Besar Departemen Teknik Kimia FTUI, yaitu Prof. Ir. Kamarza Mulia, M.Sc., Ph.D. Pada episode kali ini, ProfCast membahas manfaat bahan alami indonesia untuk obat-obatan. Prof. Kamarza  telah mengabdi sebagai dosen selama 35 tahun. Beliau banyak melakukan penelitian terhadap berbagai sumber daya alam Indonesia, khususnya buah-buahan. Salah satu penelitiannya yang banyak dibicarakan adalah pemanfaatan kulit manggis yang berguna bagi kesehatan.

Dalam pemaparannya, Prof. Kamarza menjelaskan bahwa Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam dan penting untuk memanfaatkan hal tersebut. “Indonesia punya biodiversitas luar biasa, nomor 2 setelah Hutan Amazon. Untuk itu, memanfaatkan Senyawa Bio-Aktif dari berbagai tumbuhan yang ada di Indonesia sangat bermanfaat untuk kesehatan kita. Salah satu spesies tumbuhan di Indonesia yang menarik bagi saya adalah manggis. Dalam kulit manggis ada senyawa Bio-Aktif bernama Mangostin, yang setelah ditelisik lebih lanjut memiliki banyak manfaat.”

“Dari senyawa ini, terdapat zat yang bisa mengalahkan sel kanker, bakteri, antioksidannya sangat kuat, dan berbagai manfaat lainnya. Pada realitanya, kulit manggis ini hanya dibuang oleh masyarakat dan menjadi sampah. Padahal ada beragam manfaat dari kulit manggis ini, bisa diekstraksi Senyawa Bio-Aktifnya, dienkapsulasi jadi formula yang bagus. Berdasrkan hasil penelitian, bahkan sudah sampai bisa mengatasi kanker kolon. Selain itu, bisa juga dibuat untuk komponen krim kecantikan,” lanjut Prof. Kamarza.

Ada yang menarik dari penelitian kulit manggis ini, Prof. Kamarza melakukan penelitian kulit manggis yang berfokus pada kecantikan, bersama-sama dengan istrinya, Elsa Anisa Krisanti Ph.D. yang juga merupakan Dosen di Departemen Teknik Kimia FTUI.

Membahas proses Senyawa Bio-Aktif yang harus diekstraksi, Prof. Kamarza dan tim menggunakan Deep Eutectic Solvents (DESs). DESs dibuat dengan campuran A dan B, kemudian bersatu dan menjadi cairan. DESs juga ramah terhadap tubuh dan dampak pada lingkungan sangat minim, serta begitu membantu dalam proses ekstraksi. Kemudian, untuk arah komersialisasi, Prof. Kamarza dan tim sudah ada penelitian yang dapat menyerap CO2.

Yuk, simak tuntas ProfCast episode 7 selengkapnya pada kanal youtube Fakultas Teknik UI pada tautan berikut: https://youtu.be/yToaGcFAlDE

***

Biro Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X