Tiga mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Indonseia (FTUI) meraih juara kedua pada Kompetisi Kasus Bisnis, NBCC NEF 2022 yang digelar oleh UNY. Tim Kiyowo Aja terdiri dari Rizki Estu (Teknik Industri ’20), Senna Putri (Teknik Industri ’20), dan Juni Fransisca (Teknik Industri ’21). Tim ini berhasil menang dan berkompetisi dengan 43 tim lainnya.

Pada kompetisi yang digelar pada 25-28 Mei 2022, tim Kiyowo menyusun strategi bisnis berjudul ‘Strategi Sweetness: Solusi Sweet Sundae Berdasarkan Analisis Komperhensif Menuju Dominasi Pasar Produk Olahan Susu di Indonesia”. Sweet Sundae Company merupakan perusahaan yang berfokus dalam menjual produk hasil olahan susu segar, yakni es krim, gelato, susu pasteurisasi, dan yoghurt.

Berangkat dari keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dan meningkatkan harga beli dengan meningkatkan kualitas susu, Sweet Sundae yang berdiri mulai tahun 2008 itu mampu mempertahankan bisnisnya hingga saat ini. Mulai dari produk sekitar 27-30 liter susu segar per hari, bisnis ini telah berkembang hingga mampu memproduksi lebih dari 500 liter susu sapi segar per hari.

“Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak bagi sebagian besar bisnis di seluruh dunia, tak terkecuali Sweet Sundae Company. Perusahaan Food and Bavarages ini bahkan mengalami penurunan profit sebesar 80%. Kami hadir untuk memberikan usulan berupa enam solusi untuk Sweet Sundae Company. Strategi ini kami susun dengan memperhatikan segmentasi, posisi, dan target dari produk yang Sweet Sundae keluarkan,” kata Rizki Estu, ketua tim Kiyowo Aja.

Solusi pertama, Mendirikan Land of Sweetness. Land of Sweetness merupakan tempat wisata terintegrasi oleh Sweet Sundae Company yang didirikan untuk memberikan pengalaman yang berbeda untuk para konsumennya. Land of Sweetness terdiri atas wisata edukasi, kafe “Your Sundae” yang menjual produk-produk siap saji oleh Sundae Company, serta pusat oleh-oleh yang menjajakan produk-produk Sweet Sundae yang siap dibawa pulang.

Solusi kedua, Produk “Not So Sweet Sundae” Untuk mendukung segmentasi yang baru bagi konsumen yang mengedepankan kesehatan, Sweet Sundae dapat meluncurkan produk “Not So Sweet Sundae” yang akan menjadi varian Sweet Sundae rendah gula. Hal ini didasari oleh tingginya tingkat diabetes di Indonesia serta juga mulai tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Solusi ketiga, Membuat rangkaian “Grab the Sweet Fast” sebagai rangkaian produk yang limited edition. Sweet Sundae sendiri saat ini memiliki kurang lebih 39 varian rasa pada produknya, baik yang dicampur maupun hasil pengembangan rasa Nusantara. Sementara itu, melalui hasil survei Tim Kiyowo, jumlah varian rasa dalam es krim justru menjadi kriteria yang paling rendah dari konsumen. Oleh karena itu, sebenarnya yang lebih penting merupakan keunikan dan kespesialan dari rasa itu sendiri.

Solusi keempat, Rebranding Packaging pada Produk Olahan Susu. Perubahan kemasan botol susu dengan menggunakan bahan yang lebih sustainable dan reusable.

Solusi kelima, konten kreatif “Sweet Sunday”. Konten ini merupakanjenis konten yang akan dipublikasikan di media sosial Sweet Sundae pada setiap hari Minggu dan dilaksanakan sebulan sekali. Konten kreatif dapat dilaksanakan di platform Instagram. Terakhir, penyediaan layanan Custom Gift Box “Sweeten Your Day” untuk berbagai urusan Customer dapat langsung membeli produk sesuai dengan rekomendasi perusahaan yang ada dan tentunya harus sesuai juga dengan trend yang ada saat ini. Sehingga, produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan dapat bersifat lebih relevan dengan apa yang konsumen inginkan tanpa harus bingung atau pusing memilih dengan adanya begitu banyak pilihan.

***

Biro Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia

FacebookTwitter
X