Pada hari Jumat 3 September 2021, jam 19.00 WIB – 21.00, Program S2 (Magister) Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), menyelenggarakan kuliah umum secara daring dengan tema “Trend Teknologi Elektro pada Dekade mendatang”. Acara dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru program S2 Teknik Elektro angkatan tahun 2021, dan juga peserta umum dari industri, serta dosen, peneliti dan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.  Acara kuliah umum diselenggarakan secara daring melalui platform ZOOM dengan 200 orang jumlah peserta

Kuliah umum disampaikan oleh dosen tamu, yaitu  Ramesh Rao, selaku Senior Director of Engineering QUALCOMM Technology Licensing, sedangkan yang bertindak sebagai moderator adalah Dr. Muhammad Suryanegara, IPU, selaku dosen tetap pada Program S2 Teknik Elektro FTUI dan Direktur CEP-CCIT FTUI.

Ramesh Rao menyampaikan bahwa sistem teknologi pada dekade mendatang terdiri atas 4 karakteristik utama yaitu yaitu kecerdasan (Intelligent), keterhubungan (Connected), nirkabel (Mobile) dan terintegrasi  (Highly integrated)Empat karakteristik tersebut akan membentuk satu visi tata kehidupan manusia, yaitu terwujudnya keterhubungan satu sama lain secara cerdas (everything is intelligently connected).  Implikasinya adalah bukan saja manusia yang saling berkomunikasi, namun juga perangkat fisik dan sistem non-fisik pada kehidupan manusia sehari-hari. Sebenarnya, fenomena tersebut sudah mulai kita rasakan saat ini, dimana manusia saling terhubung secara sosial dan emosi melalui platform media sosial. Sementara itu, manusia juga terhubung pada perangkat-perangkat fisik digital seperti mobile gadget, dan perangkat Internet of Things. Selain manusia, mesin juga saling terhubung, seperti halnya pada penerapan aneka perangkat sensor di pabrik-pabrik.

Beberapa contoh aplikasi dekade mendatang yang akan mewarnai kehidupan kita diantaranya smart medical teleconsultation yaitu konsultasi kesehatan secara virtual dimana seorang pasien tidak perlu hadir secara fisik menemui dokternya. Teknologi masa depan menyediakan data pendukung diagnosa dengan cepat dan akurat. Pada sektor industri, sistem teknologi masa depan akan memfasilitasi sistem pabrik cerdas (smart factory) yang mengoperasikan robot-robot sebagai mesin manufaktur pada sebuah jaringan nirkabel yang terintegrasi di dalam pabrik (private network). Pada sektor transportasi, teknologi mendukung implementasi smart automotive dimana kendaraan dapat beroperasi otomatis tanpa pengemudi secara aman dan nyaman.

Untuk membentuk berbagai aplikasi tersebut dibutuhkan 2 teknologi kunci yaitu 5G dan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) atau lazim disingkat sebagai AI. Teknologi 5G akan berperan sebagai infrastruktur komunikasi nirkabel yang menawarkan kecepatan akses data 10 kali lebih cepat dan mendukung kapasitas lalu lintas data hingga 100 kali lebih banyak, dari teknologi selular yang kita nikmati saat ini. Bahkan, 5G akan memberikan dampak positif ekonomi bagi dunia senilai 13.2 trillion US Dollar di tahun 2035. Teknologi AI akan berperan sebagai program komputasi untuk meniru persepsi, tindakan dan  pola pikir manusia. Dalam kapasitas tersebut, sebuah mesin akan dapat mengembangkan alur komputasi yang semakin mendekati logika manusia dalam mengambil sebuah keputusan. Misalnya, sebuah sistem AI pada smart medical teleconsultation dapat menyajikan diagnosa pendukung penyakit berdasarkan input data keadaan fisik seorang pasien.

Di akhir kuliah umum, Ramesh Rao memberikan motivasi bagi peserta kuliah umum, khususnya mahasiswa magister S2 Teknik Elektro UI untuk membangun kompetensi keahlian (skill set) yang relevan dengan penguasaan teknologi 5G dan Artificial Intelligence (AI). Misalnya, teknologi AI menuntut penguasaan bahasa pemrograman yang relevan, misalnya Python, dan pemahaman metodologi Neural Network. Di sisi lain, teknologi 5G membutuhkan kompetensi terkait elemen-elemen dasar keilmuan nirkabel radio frequency (RF), termasuk konsep antenna, security dan software pendukung multimedia. Diingatkan juga agar seorang mahasiswa harus selalu memiliki antusiasme belajar dan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat.

 

FacebookTwitter
X