Di tengah kesibukannya menyelesaikan tesis Program Magister Teknik Sipil di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Rian Hendris Saputra berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali perunggu pada nomor Sambo Combat kelas 79 kilogram dalam ajang Asia and Oceania Sambo Championship 2026. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh International Sambo Federation (FIAS) tersebut berlangsung pada 25–28 Juni 2026 di Century Park Hotel Grand Ballroom, Manila, Filipina.
Mewakili Tim Nasional Sambo Indonesia, Rian tampil bersaing bersama lebih dari 500 atlet dari berbagai negara di kawasan Asia dan Oseania, termasuk Australia dan Selandia Baru. Keberhasilannya menembus podium menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus menunjukkan bahwa dedikasi terhadap akademik dapat berjalan seiring dengan prestasi olahraga.
Saat ini, Rian tengah menempuh semester akhir Program Magister Teknik Sipil FTUI dengan peminatan Teknik Transportasi. Di tengah padatnya penyusunan tesis dan tuntutan akademik, ia tetap menjalani program latihan sebagai atlet nasional dengan disiplin tinggi.
“Menjadi mahasiswa semester akhir dengan tuntutan tesis tentu cukup menantang. Saya harus benar-benar bisa mengatur waktu antara latihan dan pengerjaan tugas akhir, biasanya memanfaatkan pagi atau malam hari di sela kesibukan kuliah,” ujar Rian.
Menurutnya, menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet nasional justru membentuk disiplin dan fokus yang semakin kuat. “Saya belajar bahwa di fase ini, kuncinya adalah konsistensi. Walaupun sedang sibuk tesis, saya tetap berusaha menjaga ritme latihan karena keduanya sama-sama menjadi tanggung jawab yang ingin saya selesaikan dengan baik,” tambahnya.
Perjalanan Rian di dunia bela diri dimulai sejak duduk di bangku sekolah melalui cabang olahraga gulat. Pengalaman tersebut kemudian diperkaya dengan latihan judo dan tinju sebelum akhirnya menekuni sambo selama kurang lebih lima tahun terakhir. Perpaduan berbagai disiplin bela diri tersebut menjadi bekal penting yang mengantarkannya berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Sebelum tampil di kejuaraan Asia, Rian lebih dahulu meraih medali emas sekaligus menjadi Juara 1 cabang Combat Sambo pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, saat mewakili kontingen DKI Jakarta. Prestasi tersebut menjadi tonggak penting yang membawanya bergabung dengan Tim Nasional Sambo Indonesia pada tahun 2026 dan mewakili Indonesia pada ajang Asia and Oceania Sambo Championship.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian Rian. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa FTUI tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga karakter, disiplin, dan daya juang untuk berprestasi di tingkat global.
“Prestasi Rian membuktikan bahwa mahasiswa FTUI memiliki daya saing global, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Keberhasilannya menunjukkan bahwa ketekunan, disiplin, dan kemampuan mengelola waktu dapat mengantarkan mahasiswa meraih prestasi di berbagai bidang. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Prof. Kemas.
Keberhasilan Rian menjadi bukti bahwa mahasiswa FTUI mampu mengembangkan potensi secara seimbang, baik di ruang kuliah maupun di arena kompetisi internasional. Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen FTUI dalam mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik melalui pendidikan, riset, inovasi, seni, maupun olahraga, sehingga mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, tangguh, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia





