enid
enid

Doktor FTUI Kaji Pemanfaatan Terak Feronikel untuk Menghasilkan Magnesium, Silika, dan Silikon

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor di bidang Teknik Metalurgi dan Material (05/01). Dalam sidang tersebut, Eni Febriana mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang membahas pemanfaatan terak feronikel Sulawesi sebagai sumber bahan baku bernilai tambah melalui pendekatan proses piro dan hidrometalurgi.

Disertasi yang diangkat berjudul “Dekomposisi Magnesium Silikat (MgSiO₃) dari Terak Feronikel Sulawesi dengan Metode Piro dan Hidrometalurgi untuk Memperoleh Magnesium, Silika, dan Silikon”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya jumlah terak feronikel, yaitu limbah padat yang dihasilkan dari proses peleburan bijih nikel untuk memproduksi feronikel, di Indonesia.

“Terak feronikel umumnya masih mengandung mineral berharga seperti magnesium silikat dan silika, namun selama ini sebagian besar hanya ditimbun dan belum dimanfaatkan secara optimal, padahal material tersebut mengandung unsur penting seperti magnesium (Mg) dan silika (SiO₂) yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” terang Eni dalam paparannya.

Dalam penelitian ini, Eni Febriana mengkaji tahapan proses untuk memisahkan dan mengekstraksi magnesium, silika, serta silikon dari terak feronikel. Proses diawali dengan pirometalurgi dan hidrometalurgi untuk mengekstraksi magnesium, kemudian dilanjutkan dengan proses hidrotermal asam dan basa guna meningkatkan kadar dan kualitas silika. Pada tahap akhir, silika yang dihasilkan diolah lebih lanjut menjadi silikon melalui metode reduksi magnesiotermik.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bertahap tersebut mampu meningkatkan pemanfaatan terak feronikel secara signifikan. Proses yang dikembangkan tidak hanya berhasil mengekstraksi magnesium, tetapi juga menghasilkan nanosilika berkadar tinggi serta silikon dengan hasil yang mendekati nilai teoritis. Temuan ini memperlihatkan bahwa limbah industri feronikel memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan baku strategis, sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah dan pengembangan industri berkelanjutan,” jelasnya.

Dekan FTUI. Prof Kemas Ridwan Kurniawan mengapresiasi capaian penelitian tersebut. “Penelitian ini menunjukkan bagaimana limbah industri dapat diolah menjadi sumber material bernilai tinggi melalui pendekatan rekayasa yang tepat. Karya ilmiah seperti ini sejalan dengan komitmen FTUI dalam mendorong riset berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Prof. Kemas.

Eni Febriana dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar doktor dengan predikat sangat summa cumlaude serta IPK 4.0. Ia tercatat sebagai doktor ke-81 pada Program Studi Teknik Metalurgi dan Material dan doktor ke-639 di Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Widodo Wahyu Purwanto, DEA. selaku Ketua Sidang, dengan Prof. Dr. Ir. Johny Wahyuadi M. Soedarsono, DEA. sebagai Promotor. Adapun Kopromotor terdiri atas Prof. Dr. Ir. Rini Riastuti, M.Sc. sebagai Kopromotor 1 dan Dr. Agus Budi Prasetyo, S.T., M.T. sebagai Kopromotor 2. Tim penguji terdiri atas Dr. Badrul Munir, S.T., M.Eng.Sc., Dr.-Ing. Reza Miftahul Ulum, S.T., M.T., Dr.-Ing. Yudha Pratesha, S.T., M.T., serta Dr. Ir. Yunita Sadeli, M.Sc.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X