Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembali meluluskan doktor berprestasi, Jauzak Hussaini Windiatmaja. Jauzak menuntaskan studi doktoralnya pada Program Studi Teknik Elektro dengan capaian IPK sempurna 4,00 (Summa Cumlaude). Ia tercatat sebagai Doktor ke-195 Program Studi Teknik Elektro dan Doktor ke-651 Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Pada sidang terbuka promosi doktor yang digelar di lingkungan FTUI (29/01), Jauzak mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Algoritma Konsensus Blockchain Cerdas Berbasis Reputasi Menggunakan Federated Learning dan Mekanisme Hashing Bertingkat.”
Dalam penelitiannya, Jauzak menyoroti keterbatasan algoritma konsensus blockchain yang selama ini digunakan secara luas. Konsensus berbasis performa komputasi seperti Proof of Work (PoW) dikenal boros energi, sementara konsensus berbasis reputasi seperti Proof of Stake (PoS) memang lebih hemat energi, namun masih rentan terhadap serangan monopoli serta memiliki ikatan blok yang relatif lebih lemah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengusulkan pendekatan baru dengan mengintegrasikan model deep learning ringan (lightweight) dalam penentuan reputasi node blockchain yang dilatih menggunakan federated learning, sehingga proses pembelajaran tetap terdesentralisasi. “Selain itu, disertasi ini memperkenalkan mekanisme hashing bertingkat (multi-level hashing) sebagai alternatif proses mining konvensional melalui pendekatan kolaboratif, guna menghasilkan ikatan blok yang kuat tanpa konsumsi energi berlebih,” papar Jauzak.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma konsensus yang diusulkan memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap serangan monopoli dibandingkan Proof of Stake (PoS) dan Proof of Work (PoW), dengan distribusi pemilihan leader yang lebih merata serta efisiensi energi yang lebih baik melalui penerapan federated learning dibandingkan mekanisme terpusat. Kontribusi ini memperkuat pengembangan konsensus blockchain yang terdesentralisasi penuh, hemat energi, dan tetap menjaga integritas data, sekaligus membuka peluang penerapan teknologi blockchain yang lebih berkelanjutan di berbagai sektor.
“Melalui penelitian ini, saya berharap teknologi blockchain dapat dikembangkan secara lebih adil, efisien energi, dan relevan untuk kebutuhan sistem digital di masa depan,” ujar Jauzak.
Sementara itu, Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Disertasi ini menunjukkan kualitas riset doktoral FTUI yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga menjawab tantangan nyata di bidang teknologi digital dan keberlanjutan,” ungkapnya.
Hasil penelitian dipresentasikan dalam sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., sebagai Ketua Sidang, dengan Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc., IPU., sebagai promotor, Dr. lr. Muhammad Salman, S.T., M.I.T., sebagai ko-promotor. Tim penguji terdiri dari Prof. Evangelos Pournaras, Prof. Dr.-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng. Prof. Dr. Ir. Anak Agung Putri Ratna, M.Eng., Prof. Dr. Ir. Bagio Budiardjo, M.Sc., Dr. Ruki Harwahyu, S.T., M.T., M.Sc., I Gde Dharma Nugraha, S.T., M.T., Ph.D.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia





