enid
enid

Doktor FTUI Optimalkan Titanium Dioksida Nanotubes dari Mineral Ilmenit Lokal untuk Pengolahan Limbah Air

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Departemen Teknik Metalurgi dan Material (07/01/2026). Dalam sidang tersebut, Fakhri Akbar Maulana mempresentasikan disertasinya yang membahas pengembangan material fotokatalis berbasis sumber daya mineral lokal Indonesia untuk mengatasi pencemaran lingkungan air.

Mineral ilmenit merupakan mineral alam yang kaya akan unsur titanium, dan selama ini menjadi salah satu bahan baku utama untuk menghasilkan titanium dioksida (TiO₂). Ilmenit banyak ditemukan di Indonesia, terutama dalam bentuk pasir mineral, namun pemanfaatannya masih didominasi untuk produk antara dan belum banyak dikembangkan menjadi material maju bernilai tinggi, seperti nanomaterial untuk aplikasi lingkungan.

Disertasi yang diangkat berjudul “Optimasi Karakteristik dan Performa Fotokatalitik Titanium Dioksida Nanotubes Bersumber Mineral Ilmenit Lokal Indonesia”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pencemaran air, khususnya akibat limbah pewarna tekstil, yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Di sisi lain, kebutuhan material titanium dioksida (TiO₂) sebagai fotokatalis terus meningkat, sementara pemanfaatan mineral ilmenit lokal sebagai sumber bahan baku masih belum optimal.

Dalam penelitiannya, Fakhri menjelaskan bahwa fokus utama riset ini adalah mengoptimalkan proses pengolahan mineral ilmenit agar dapat menghasilkan TiO₂ nanotubes dengan karakteristik unggul. “Penelitian ini mengkaji bagaimana perlakuan awal mineral ilmenit, metode sintesis, serta parameter proses dapat meningkatkan kemurnian, struktur, dan luas permukaan TiO₂ nanotubes, sehingga performa fotokatalitiknya menjadi lebih efektif,” ujar Fakhri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa TiO₂ nanotubes yang dihasilkan memiliki luas permukaan yang besar, kristalinitas yang baik, serta laju rekombinasi muatan yang rendah. Karakteristik tersebut berdampak langsung pada peningkatan performa fotokatalitik, di mana material mampu mendegradasi pewarna metilen biru hingga sekitar 98 persen di bawah penyinaran cahaya tampak. Temuan ini menegaskan potensi TiO₂ nanotubes berbasis ilmenit lokal sebagai solusi ramah lingkungan untuk pengolahan limbah air.

Dekan FTUI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan menyampaikan apresiasi atas capaian penelitian tersebut. “Penelitian ini menunjukkan pemanfaatan sumber daya mineral lokal melalui rekayasa material yang tepat guna. Inovasi seperti ini sejalan dengan komitmen FTUI dalam mendorong riset berkelanjutan dan solusi teknologi bagi permasalahan lingkungan,” ujar Prof. Kemas.

Fakhri Akbar Maulana dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar doktor dengan predikat summa cum laude serta IPK 4.0. Ia tercatat sebagai doktor ke-82 pada Program Studi Teknik Metalurgi dan Material dan doktor ke-644 di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Yanuar, M.Eng., M.Sc. selaku Ketua Sidang, dengan Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng. sebagai Promotor, serta Prof. Nofrijon Bin Imam Sofyan Ph.D. sebagai Ko-Promotor. Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Ir. Donanta Dhaneswara, M.Si., Ir. Jaka Fajar Fatriansyah, Ph.D., Azizah Intan Pangesty, S.Si., M.Eng., D.Eng., Dr.-Ing. Reza Miftahul Ulum, S.T., M.T., dan Dr. Latifa Hanum Lalasari S.T., M.T.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X